Gara-gara Medan Napoleon

Hallo warga medan, kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan oleh-oleh khas Medan yang satu ini. Medan Napoleon, oleh-oleh kekinian yang sedang ramai diperbincangkan, bukan hanya kota  Medan tapi juga menjadi trending topik di luar kota Medan. Kota medan memang dikenal dengan sebagai kota dengan sejuta kuliner dan oleh-olehnya yang khas, dan kini Medan Napoleon hadir menjadi alternatif baru sebagai oleh-oleh yang bisa dinikmati semua lapisan Masyarakat. Teksturnya yang lembut yang berisi lapisan-lapisan kriuk dibalut dengan krim tentu akan sangat memanjakan setiap lidah yang menikmatinya. Medan Napoleon sendiri disajikan dengan 5 varian rasa yaitu cheese, banana, caramel, green tea dan yang paling istimewa tentu saja rasa durian yang menjadi buah khas kota Medan.

Rasa penasaran pun menghampiri seorang teman yang berasal dari Aceh, namanya Romi. Sebelumnya kami memang belum saling kenal, karena Romi adalah temannya dari Datsir, kawanku.  Dia pun berangkat dari Aceh menuju medan demi mencicipi bisnis kuliner yang dimiliki oleh artis Irwansyah tersebut. Sesampainya di Medan, pria bertubuh gemuk ini pun menginap di kos Datsir, lalu datsir mengenalkan romi padaku, karena kebetulan aku sering main ke kosnya. Sebagai pecinta kuliner, ia pun lantas menanyakan mengenai Medan Napoleon. Akupun sedikit bingung menjawabnya karena aku sendiri belum pernah menikmati Medan Napoleon itu, karena setiap aku melewati outlet Medan Napoleon, kulihat selalu ramai dan orang-orang banyak yang antri, dan aku sendiri kurang menyukai antrian seperti itu, lagipula sebagai anak kos  harga kuliner ini kurang bersahabat denganku, jujur kali aku ya 😁

Akhirnya pada suatu siang Romi pun mengunjungi outlet Medan Napolen ditemani oleh Datsir, ketika mereka sampai mereka terkejut karena harus mengambil nomor antrian dulu, dan yang lebih kagetnya lagi untuk dapat membawa pulang oleh-oleh ini mereka harus datang lagi jam 3 siang, padahal siang itu waktu masih menunjukkan jam 12 siang, daripada harus menunggu 3 jam lamanya mereka pun pulang ke kos. Tiba di kos Datsir meminta tolong padaku untuk menggantikannya menemani Romi membeli Medan Napoleon jam 3 siang nanti karena siang itu ia harus berangkat kerja di Rumah Sakit. Sebenarnya aku agak sedikit malas sih karena aku ga bisa bayangin harus antri panjang seperti itu, akhirnya akupun bersedia, hitung-hitung bantu kawan, lagipula kita kan diharuskan untuk memuliakan tamu. Jadi sebagai tuan rumah aku diharuskan memuliakan romi sebagai tamu di kota Medan. 😁

Foto ini diambil saat romi sedang berjuang demi Napoleon yang diidamkannya 😂

Waktu menunjukkan tepat jam 3 siang, kamipun berangkat menuju outlet Medan Napoleon, tibanya kami disana, Romi langsung berlari menuju kerumunan orang yang sedang mengantri. Sepertinya nomor antrian yang sebelumnya diambil tidak berguna, karena semua orang berdesak-desakan untuk masuk kedalam outlet, akhirnya romi masuk ke dalam outlet setelah berjuang berdesak-desakan dengan orang-orang yang sekilas kuperhatikan seperti gerombolan srigala yang kelaparan. 😁

Sesampainya ia di dalam ternyata saat itu juga cake Napoleonnya hanya bersisa 10 kotak lagi dengan untuk 10 orang terakhir, dan kebetulan yang tersisa itu adalah Napoleon dengan rasa durian yang memang yang paling disukai oleh Romi, dan jika ingin membeli lagi maka harus mengambil nomor antrian jam 5 sore lagi, ”  Oimakk, lama kali, lalap ngambil nomor antri, belumutlah awak nungggunya itu”, Bisikku dalam hati. Romi pun sepertinya enggan jika harus menunggu jam 5 lagi karna malam itu juga ia harus pulang ke Aceh.

Capek-capek antri cuma dapat satu kotak aja 😁

Alhamdulillah Allah pun menunjukkan kuasanya siang itu meskipun cuma dapat satu kotak. 😁
Lelah berjuang, kami pun pulang ke kos. Setibanya kami di kos, tiba-tiba Romi bingung sendiri, tadinya sih dia ingin membeli cake yang beralamat di Jalan Wahid Hasyim ini sebagai oleh-oleh, tapi nampaknya kurang elok jika hanya membawa satu kotak untuk dibagikan, tidak sebanding dengan jumlah keluarganya yang banyak. Akhirnya tanpa pikir panjang ia membuka kotak napoleon, dan mengambil pisau untuk memotong cakenya kemudian dengan cepat ia memasukkan potongan paling besar kedalam mulutnya. Kami pun dengan lahapnya menikmati Napoleon yang penuh perjuangan itu. Dan aku juga bersyukur bisa menikmati kuliner ini dengan gratis, maklumlah anak kos 😂

Itu saja sedikit pengalamanku mengenai Medan Napoleon yang sudah menjadi kuliner kekinian di Kota Medan. Jangan lupa untuk share juga pengalamanmu menikmati Medan Napoleon di kolom komentar.

Terimakasih sudah berkunjung ke blog ku… 😊


2 respons untuk ‘Gara-gara Medan Napoleon

    1. Kalo bicara soal makanan sih sesuai selera mas.. tapi kalo aku pribadi rasanya sih biasa aja mas.. range 1-10 dapat nilai 7,5 lah.. untuk makanan yang rasanya biasa aja kayaknya ga perlu sampe antri panjang seperti itu lah mas .. 😁

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.