Timnas ku sayang, Timnas ku malang

Gelaran piala AFF Suzuki Cup 2016 telah berakhir. Indonesia kembali harus menelan pil pahit pada ajang 2 tahunan tersebut. Kita patut memberikan apresiasi setinggi-tinggiya kepada para punggawa tim Garuda yang telah berjuang keras pada perhelatan akbar antar negara-negara Asia Tenggara itu.  Meski di awal-awal kompetisi sempat terseok-seok, Timnas mampu menunjukkan semangat pantang menyerah hingga tiba di laga final melawan Thailand, walau walau akhirnya harus mengakui keunggulan negeri Gajah Putih itu.

Indonesia kembali harus puasa gelar, Indonesia harus bersabar lagi untuk mendapatkan predikat jawara AFF Suzuki Cup. Sebagai rakyat Indonesia kita tentu kecewa, kita sudah haus akan gelar juara, dan momen yang paling ditunggu-tunggu itu semalam sudah di depan mata. Tapi apa boleh buat, ternyata Tuhan punya rencana lain. Apapun yang terjadi, kita tidak sepatutnya menyalahkan apalagi sampai menghina Timnas atas kekalahan tersebut, hal itu tidak menunjukkan kita lebih baik daripada mereka, setidaknya mereka telah berusaha semampunya mengharumkan Tanah Air, sementara kita cuma jadi penonton, coba kita berkaca pada diri sendiri, apa yang sudah kita berikan bagi Bumi Pertiwi, apakah pantas jika kita seenaknya menghina mereka yang telah berusaha sekuat tenaga mengukir tinta emas di kancah Internasional.

all team.jpg
Jawa Pos

Pada sepanjang laga 2 x 45 menit semalam, Indonesia tampak tertekan , mereka tidak dapat mengembangkan permainan, sering salah umpan, koordinasi antar pemain juga buruk, punggawa Timnas cenderung menunggu serangan dari Teerasil Dangda dkk, sehingga Thailand mampu menyarangkan 2 gol ke gawang Kurnia Meiga melalui Siroch Chattong pada menit ke 37 dan menit ke 47. Tidak ada lagi gol yang tercipta hingga wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Thailand pun keluar sebagai pemenang AFF Suzuki Cup 2016.

Tak ada yang perlu disesali tak ada yang perlu ditangisi. Indonesia tidaklah bermain terlalu buruk, masuk ke putaran final sudah merupakan pencapaian yang bagus, mengingat bahwa Timnas baru saja pulih dari sanksi FIFA, Irfan Bachdim yang cedera, belum lagi peraturan klub tentang pembatasan pemain yang dipanggil Timnas hanya boleh 2 orang. Hal itu yang membuat Indonesia tidak berada dalam kondisi prima saat bertarung pada ajang yang dulu dinamakan Piala Tiger tersebut.

Harus diakui, kalah 5 kali di final bukanlah sesuatu yang sedap dipandang, tapi saat ini Indonesia memiliki garuda-garuda muda yang siap terbang tinggi di masa mendatang, mereka hanya butuh waktu dan jam terbang untuk mengasah skill dan kemampuan diatas lapangan hijau. Jika PSSI dan kompetisi dikelola dengan baik maka tim muda ini bisa menjanjikan banyak harapan ke depannya.

Tetap semangat Garuda.

Masa depan masih ada.

Teruslah kepakkan sayapmu.


2 respons untuk ‘Timnas ku sayang, Timnas ku malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.