Ibu, bidadari yang menyebalkan

Apa yang terlintas di benakmu jika mendengar kata Ibu ? Semua pasti sepakat jika kukatakan bahwa beliau adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Sembilan bulan kita berada di dalam perutnya, antara hidup mati ia telah memperjuangkan kita hingga dapat lahir ke dunia. Saat itu Ibu menangis bahagia menyambut kehadiran kita disisinya.

Ibu merawat kita dengan penuh kasih sayang, saat kita menangis di tengah malam ia melawan rasa kantuknya demi menenangkan kita, tanpa lelah ia menggendong kita kemanapun ia berada,  ia pun rela tidak makan demi asal perut kita kenyang, dengan sabar ia malatih kaki-kaki mungil kita berjalan, tanpa pamrih ia telah mengajarkan banyak hal pada kita, ia selalu berusaha memenuhi semua keinginan kita dengan berbagai cara. Melihat kita tersenyum bahagia adalah harga mati buat dia.

kintakuncollection-co-id
kintakuncollection.co.id

Kita akhirnya tumbuh dewasa, hingga memiliki pemikiran dan pandangan sendiri tentang kehidupan. Saat itu kita mulai merasa bahwa Ibu itu kolot dan menyebalkan karena pandangan kita sering bertabrakan dengan dia. Dia selalu cerewet kepada kita, selalu ingin tahu privasi kita, sering melarang ini dan itu kepada kita sehingga membuat kita risih. Tak jarang kita membentak ia dengan kasar, tapi ia selalu membalasnya dengan senyuman.

Waktu pun terus bergulir, kita pun telah memiliki kehidupan sendiri. Tanpa kita sadari Ibu semakin tua, sosok yang dulu bertenaga kini telah terkulai lemas, rambut yang dulu hitam kian memutih, badan yang dulu tegap perlahan membungkuk, kulit yang dulu kencang berganti dengan keriput. Tapi ada satu yang tidak berubah, yaitu senyumannya. Ibu masih memberikan senyum yang sama saat kita masih kecil dulu, karena senyuman tulus dan ikhlas dari hati itu takkan pernah lekang oleh waktu.

Sesibuk apapun kita, luangkanlah waktu menanyakan kabarnya, luangkanlah waktu bersamanya. Jangan sampai penyesalan itu tiba, karena uang dan harta masih dapat dicari, tapi kasih sayang seorang Ibu takkan pernah terganti. Selagi masih ada waktu, gunakanlah kesempatan itu untuk membahagiakannya.

Udah dulu ya, nangis terus aku nanti teringat mamakku di kampung.

Selamat Hari Ibu

Happy Mothers Day.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.