Camping cantik di Silalahi, surga tersembunyi di tepian Danau Toba

Entah kenapa hari itu semangatku mulai pudar, semuanya terasa membosankan, rasanya ingin segera  mencari suasana baru untuk sekedar menjernihkan pikiran yang mulai jenuh, dan akupun mulai searching lokasi wisata yang pas untuk berkemah yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya, kemudian pilihanku jatuh kepada kawasan Silalahi, yaitu sebuah kecamatan di pinggiran Danau Toba.

Setelah memutuskan destinasi, akupun menentukan tanggal yang tepat untuk berangkat, yaitu  hari senin, karena kalau berangkat hari sabtu atau minggu, disana pasti sangat ramai, area camping pasti minim, dan sudah dapat dipastikan situasinya pasti penuh dengan keributan, oleh karena itu aku memilih hari senin  supaya suasananya tenang, damai, dan tak ada keributan.

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu, seperti biasanya akupun berangkat dengan mengendarai motor matic kesayanganku, yaitu Opi si Scoopy yang memang selalu menjadi teman setia setiap petualanganku, Hhhe. Aku berangkat bersama seorang kawan, sebut saja namanya cemonk, pria berperawakan kurus ini memang memiliki hobi yang sama denganku, yaitu sama-sama suka wanita, eh bukan maksudnya sama-sama suka petualangan.. Hhhehe

Setelah semua bahan makanan, pakaian, dan peralatan kemah seperti tenda, kompor, nesting, dan matras dimasukkan ke dalam tas carriel, maka perjalanan pun dimulai. Kami pun beranjak meninggalkan kota Medan yang penuh sesak ini.

Ban motor yang terluka

Aku memacu si Opi dengan santai sambil menikmati semilir angin yang dengan lembut membelai wajah dan badanku. Waktu terus berjalan, kami pun mulai memasuki kawasan Penatapan Berastagi, Kabupaten Karo. mungkin karena keasyikan bercumbu mesra dengan belaian angin sepoi-sepoi hingga aku lupa kalo si Opi jadi cemburu dan tanpa diduga ban motor kami pun mengalami luka alias bocor. Mau tidak mau aku harus mendorong si Opi yang merajuk ke tambal ban terdekat. Hhehe

oo
Si Opi merajuk, terpaksa didorong… Hhhee

Tak lama berselang, sekitar pukul setengah 4 sore gerimis mulai berjatuhan kemudian disusul hujan yang sangat deras. Situasi tersebut memaksa kami harus menepi ke sebuah warung di pinggir jalan. Setengah jam berlalu, hujan mulai reda aku meminta cemonk untuk menaiki si Opi mencari tambal ban ke depan. Sementara cemonk mencari tambal ban, untuk menghemat waktu akupun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Di tengah jalan seorang penjaga warung berteriak padaku.

” Bang, kok jalan kaki, keretanya mana ? ”

“keretaku di depan kak dibawak kawan nyarik tempel ban “, jawabku sambil tersenyum.

” Ohh kirain hilang bang”, sambung penjaga warung.

“Enggak kak, hhehe”, jawabku

Melihat seseorang berjalan kaki dengan menyandang tas carriel dan menenteng sebuah helm tentu jadi fenonema yang sedikit aneh. Aku rasa wajar penjaga warung itu menanyakan hal demikian karena sebelumnya memang pernah terjadi aksi begal motor di sekitar daerah Berastagi.

Sambil menyusuri jalanan Penatapan aku coba menghubungi cemonk lewat HP dan ternyata ga tersambung karena sinyal yang rendah. Akupun terus berjalan hingga hampir 1 km dengan harapan cemonk sudah menemukan tukang tambal ban, keringat mulai bercucuran dan nafas mulai tersengal-sengal, tapi pria cungkring itu belum juga menampakkan batang hidungnya.

“Dimananya si cemonk ni nempel ban, apa ke Suriah sana dia nempel ban ?”, gerutuku dalam hati.

Pucuk di cinta ulam pun tiba, cemonk yang dinanti kini sudah ada di depan mata, Hhahaha. Setelah ban selesai ditambal kamipun melanjutkan perjalanan.

img_1196
Akhirnya jumpa cemonk dan Opi, hhehe

Ditilang PolisiSambil mengenakan mantel dan diiringi hujan aku terus memacu si Opi, sampai pada sebuah tikungan aku melihat ada sebuah spanduk yang bertuliskan ” Gunung sudah didaki, air terjun sudah didatangi, berendam di air panas juga sudah dilakoni, masa Masjid cuma dilewati”, kami akhirnya berhenti sejenak mengambil sebuah foto disana karena kata-katanya sangat menarik, hhehe.

evij6843
Dalam kali kata-katanya ya, hhehe

Setelah mengambil foto kami meneruskan perjalanan. Tepat pukul 5 sore kami tiba di Kabanjahe, Aku terus memacu si Opi agar sebelum matahari terbenam kami sudah tiba di Silalahi. Tapi apa mau dikata, sepertinya Tuhan memang tidak mengizinkan kami tiba tepat waktu disana, ternyata di depan kami ada razia polisi lalu seorang Polisi memberhentikan motor kami. Aku merasa tenang saja karena surat-surat kendaraanku memang lengkap,  kemudian kuperlihatkan SIM dan SNTK ku kepada Polisi tersebut dengan harapan kami segera dipersilakan melanjutkan perjalanan. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, ternyata SIM ku sudah habis masa berlakunya pada Desember silam, darahku tiba-tiba semakin mengalir deras saat itu juga.

“Matilah aku, koyak lagi lah kantong ini”, umpatku dalam hati.

Akhirnya akupun pasrah dengan keadaan, mau tidak mau aku harus membayar “denda” pada Polisi tersebut. Setelah semua urusan selesai kami segera beranjak dari Kantor Polisi tersebut.

Waktu terus berputar, langit mulai kelam, matahari pun mulai terbenam, kami memasuki kawasan Merek. Jalanan yang sedikit berlubang dan becek sisa hujan tadi membuat pikiran semakin suntuk, ditambah lagi aku masih belum rela uangku melayang di Kantor Polisi Kabanjahe tadi. Ditengah perasaan yang gundah gulana ternyata Allah masih menunjukkan kuasanya dengan memberikan kami sedikit bonus perjalanan, yaitu kami masih dapat menatap indahnya matahari terbenam di balik bukit. Entah kenapa sunset tersebut dapat menenangkan pikiranku seketika. Alhamdulillah…

img_1210
lumayanlah biarpun kecil, hhehe

Sunrise di Silalahi

Setelah melalui rintangan berupa ban bocor, hujan-hujanan, sampai ditilang Polisi akhirnya sekitar pukul 8  malam kami tiba di tujuan, tepatnya Desa Silalahi 3, Kecamatan Silalahi, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara.

Sesampainya di lokasi, awalnya kami ingin menitipkan si Opi di pos, tapi ternyata tak ada orang disana, akhirnya aku harus memaksakan si Opi menerobos jalan setapak berbatu yang dikelilingi ilalang-ilalang. Tibalah kami tiba di pinggir danau, setelah mendirikan tenda aku memasak memasak bubur dan cemonk membuat kopi, kamipun makan dan menikmati secangkir kopi malam itu. Tak lama kemudian karena kecapekan kami pun terlelap. Malam pun berlalu dengan iring-iringan suara air danau yang sedikit berombak. Aku sempat berpikir, momen berdua di tenda seperti ini pasti lebih asik dan romantis kalau dilewati bersama istri, tapi ya mau gimana lagi, semua akan indah pada waktunya, #eeaaaa hhahaha.

Paginya kami bangun, aku keluar tenda dan ternyata bukan kami saja yang camping disana, tapi ada seorang suami yang membawa istri serta anaknya juga untuk camping disana. Meskipun cuaca sedikit mendung, pagi itu sangat sejuk, suasananya damai, aroma embunnya begitu terasa, semua itu terasa semakin sempurna dengan bentangan panorama sunrise  di hadapan kami. Pikiran seolah terhipnotis oleh pesona sinarnya. Kami pun hanya mematung dan berdecak kagum penuh syukur pada kuasa Allah tersebut.

fdig7314

Sesudah puas menikmati sunrise, tadinya aku sih pengen langsung nyebur di danau, tapi berhubung cuaca cukup dingin akupun mengurungkan niatku, sebagai gantinya aku dan cemonk berkeliling di sekitar danau dan menaiki bukit kecil di sebelah utara dan selatan  tenda kami. Dari atas bukit, kami melihat betapa luasnya danau yang diapit oleh perbukitan yang berjejer tangguh di sekelilingnya.

img_1280

img_1282

img_1433

img_1436

IMG_1435.JPG

Dari balik bukit, panorama alamnya juga tidak kalah mengagumkan….

img_1380

IMG_1344.JPG

 

Baca juga : Liburan irit di Tangkahan, kawasan ekowisata di Kabupaten Langkat

Pak Toni

Setelah capek berkeliling bukit, tanpa terasa perut pun menuntut haknya, kamipun turun bukit untuk memasak sarapan. Pagi itu menu sarapan kami adalah nasi goreng + nugget, kami bersyukur keluarga kecil yang berkemah di samping tenda kami mau menyisihkan sebagian nuggetnya kepada kami, Alhamdulillah rezeki anak soleh, aku dan cemonk pun sarapan enak pagi itu. Hhhehe

Sehabis sarapan, kami didatangi seorang pria berkulit hitam, kumisnya lebat, badannya sedikit tegap. Kami pun mengobrol, ternyata namanya adalah Pak Toni, dia adalah penjaga pos dan pengelola daerah wisata Silalahi ini, dia mendatangi kami untuk meminta uang retribusi. Setelah kami membayar uang retribusi, aku mengajak Pak Toni berbincang-bincang mengenai daerah wisata Silalahi ini. Di tengah topik pembicaraan, hujan mendadak turun dengan derasnya, kami pun melanjutkan obrolan di dalam tenda. Aku menyuguhkan secangkir kopi kepada pak Toni, sambil menghisap rokok dan menyeruput kopi dia pun bercerita bahwa banyak kejadian lucu tentang pengunjung yang datang kesana, seperti pernah ada seorang mahasiswa yang datang berkemah, saat itu ternyata mahasiswa tersebut berhasil memasak nasi, saking senangnya ia sampe menelpon Mamaknya. Ada lagi sekumpulan mahasiwa yang tidak bisa mendirikan tenda, saking bingungnya sampai harus menghubungi si pemilik tenda, mereka pun mendirikan tenda sambil mendengarkan instruksi dari HP. Pernah juga ada satu rombongan bus datang kesana, dan ternyata itu adalah rombongan bus karyawan yang di PHK oleh pihak PT. Kereta Api Indonesia, mereka gila-gilaan sampai berendam di danau tengah malam. Pak Toni pun bicara panjang lebar, tanpa terasa sudah 2 jam kami berbincang- bincang. Hujan telah reda dan Pak Toni pun pamit untuk melanjutkan pekerjaannya di ladang yang tidak jauh dari tenda kami.

img_1300

img_1315

hmfz1732

Masak Soto dan Puding

Seusai bercakap-cakap dengan Pak Toni, perut pun mulai keroncongan. Soto pun menjadi pilihan kami untuk menu makan siang,  bumbunya pun sudah tersedia secara instan di minimarket-minimarket terdekat. Jadi ga perlu repot bawa-bawa bumbunya, tinggal tuang aja, yang penting enak. hhehe

Selain soto, kami juga membuat puding, kan lumayan buat pencuci mulut dan memperlancar Buang Air Besar, hhehe

Perut sudah kenyang, kantuk pun datang, apalagi cuaca siang itu cukup dingin, berdiam diri di tenda sepertinya menjadi pilihan yang tepat siang itu,tanpa sadar aku dan cemonk pun tertidur pulas. Cuacanya sangat mendudukung untuk tidur, mubazir kalau tidak dimanfaatkan, hhehee.

Malam harinya kami makan dengan sisa soto tadi siang, kan lumayan buat menghemat, hhehe. Setelah itu aku dan cemonk hanya mengobrol ringan sambil menikmati segelas kopi. Tak lama berselang, kami pun terbuai dalam mimpi. Malam itu berbeda dengan malam sebelumnya, tak terdengar lagi suara air danau yang berombak, suasana hening, hanya sesekali terdengar suara binatang malam yang bersahut-sahutan dari balik dedaunan dan ilalang.

img_1328

img_1405

img_1486

Pagi yang cerah

Keesokan harinya cuaca sangat cerah, berbeda dengan hari sebelumnya yang mendung. Aku berpikir ini saat yang tepat untuk bermain air dan berfoto ria, tapi sebelumnya kami mencari lobster dulu yang ada di balik batu di pinggiran danau, kan lumayan buat makan siang, hhehehe.

Setelah mendapatkan lobster yang cukup, rasanya badan ini udah tidak tahan untuk melompat ke dalam air . Saat pertama kali berendam di dalam air, sensasinya sangat menyenangkan, aku tak bisa menjelaskan dengan kata-kata. Air di danau yang sejuk kembali meyegarkan badanku yang dari kemaren belum ada mandi, hhehe

img_1397

img_1468

wpby9836

eiks8968

ozlw9885

img_1538

img_1494

IMG_1568.JPG

Setelah puas main air waktunya makan lobster, hhehe

dutm7178

rpod3649

vfzd7621

hmjk9104


Waktunya Pulang

Matahari semakin terik, waktu telah menunjukkan pukul 1 siang, kami pun mulai membongkar tenda kami dan membereskan barang-barang. Saatnya kami pulang dan melanjutkan kembali rutinias seperti biasanya. Waktu 2 malam aku rasa cukup untuk merefresh kembali pikiran yang mulai suntuk. Kini aku kembali bersemangat menjalani hari-hariku, meski tanpamu disisiku *ehh , Hhahaha

Jangan lupa sampahnya dibawa pulang ya guys.. 😁

Itu dia cerita jalan-jalanku minggu yang lalu, buat kawan-kawan semua mungkin ada yang udah pernah kesana atau pengen kesana. Mari kita saling sharing pendapat di kolom komentar.

Terimakasih… 🙂


29 respons untuk ‘Camping cantik di Silalahi, surga tersembunyi di tepian Danau Toba

    1. Setahun belakangan lagi booming camping disana mas.. apalagi pemerintah kan lagi mengembangkan pariwisata danau toba..

      Datang aja mas.. warga sumut menyambut dengan tangan terbuka.. 😁

      Disukai oleh 1 orang

  1. Assalamualaikum bang, ane mau nanya ni alamat lengkap tempat abang camping ini dimana ya? Ane dari riau ada rencana pengen camping di pinggir danau toba, cuman belum pernah sama sekali, kalo jadi habis lebaran inj lah perdana, mohon infonya bang, ada line abang, boleh ane minta idnya

    Suka

  2. Mantap kali perjalanannya bang. Awak baru mau coba2 berkemah. Kalok ke silalahi itu, di sebelah mana nya areal yg abang pakai buat berkemah? Bisa masuk mobil kah? Kalau tidak, kira2 seberapa jauh kita harus berjalan dari tempat menitipkan mobil?

    Disukai oleh 1 orang

      1. Tengkyu bang atas jawabannyaaaa……
        Langsung semangat awak mau pergi kesana.
        Sukses terus buat trip2 abang berikutnya!
        🙂

        Ps. Betul2 anak kalong abang ini ah…. menjawab pun jam 3.39 subuh 😀

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.