Kenangan Terindah Bersamamu

“Kutatap dirimu yang mematung di sudut itu, fikirku pun melayang ke masa-masa itu, tanpa sadar akupun larut dalam kenangan itu, dan semakin tenggelam dalam lautan memori . Telah banyak cerita yang kita ukir bersama, suka maupun duka, panas dan terik telah kita lalui berdua. Rasanya aku ingin kembali mengulang kisah kita, saat dunia itu terasa hanya milik kita, ketika siang dan malam terasa begitu cepat berlalu saat  kau selalu berada di dekapku. Tapi lihat dirimu sekarang, engkau telah berbeda, engkau begitu tak berdaya. Namun satu hal yang harus kau tahu, hatiku selalu untukmu.”

Oke, sebelumnya aku ingin memberikan klarifikasi bahwa ini bukanlah puisi tentang seorang wanita, tapi tentang salah satu hal yang menjadi saksi bisu  perjalanan hidupku dan keluargaku. Yaitu sebuah motor tua yang sudah lebih 20 tahun selalu setia di sampingku, dari aku kecil hingga besar dan jelek seperti sekarang, hhehehe

img_1710

 

Astrea Grand ini  kuberi nama Oppung, sebab motor pabrikan honda keluaran tahun 1995 ini selalu batuk saat diengkol, persis seperti seorang kakek-kakek atau Oppung dalam bahasa batak, ya wajarlah namanya juga motor tua, performanya pasti sudah menurun, tidak seperti waktu muda dulu.

Si Oppung ini merupakan motor pertama yang kami miliki, lebih tepatnya motor pertama yang dibeli oleh Bapakku, karena sebelumnya Bapakku kemana-mana mengendarai motor yang difasilitasi oleh kantor, tapi itu hanya sementara, soalnya beliau berkata meskipun kecil, memakai barang milik sendiri itu lebih nikmat daripada memakai barang milik orang lain. Mungkin hal itu juga yang mendasari keluargaku dulu memutuskan untuk tinggal di kontrakan daripada menghuni asrama Kodam yang merupakan fasilitas negara yang disediakan bagi para prajurit TNI.

Sudah terlalu banyak kenangan keluarga kami  bersama si Oppung ini. Tapi yang paling berkesan adalah saat lebaran tiba, aku beserta keluarga pasti mudik dengan si Oppung ini, kalau hujan turun kami pasti berbagi mantel, Bapakku, Mamakku, Aku, dan Adikku dalam satu bersatu dalam satu mantel. Ah kalo diingat-ingat jadi aku jadi sedih sendiri, hhehe

Dulu Aku menunggang si Oppung ini saat pertama kali mengendarai motor. Entah sudah berapa kali aku waktu menaikinya. Alhamdulillah belum pernah luka parah,  paling cuma lecet-lecet di tangan sama di kaki, biasalah cowok juga kalau terlalu mulus ga bagus juga dilihat, terkesan feminim dan kurang macho. Betul ga ??? Hhhehe

Ada cerita lucu saat aku SMA, tepat hari jumat kira-kira pukul 11 siang, waktu itu aku  minta izin kepada Bapak  membawa si Oppung untuk membeli koran Soccer, karena koran itu terbitnya hari Jumat dan saat itu aku memang lagi gila-gilanya sama hal-hal yang berbau sepakbola. Masa itu Barcelona berada di puncak kejayaannya karena diisi pemain-pemain top seperti Ronaldinho, Etoo, Deco, dll. Seusai membeli koran tersebut aku bukannya langsung pulang ke rumah, tapi keluyuran dulu, karena alasan sebenarnya aku membawa si Oppung bukanlah untuk membeli koran, tapi demi tebar pesona dan cuci mata dulu ke salah satu SMA di kotaku yang memang dikenal anak ceweknya cantik-cantik, namanya juga darah muda, masa itu lagi puber-pubernya. Hhhehe

Setelah puas tebar pesona dan cuci mata akupun segera pulang ke rumah, karena takut telat sholat Jumatnya. Namun malang tak dapat ditolak, akibat berbohong kepada orangtua di tengah perjalanan aku diserempet becak dan terjatuh di tepi jalan, maunya sih terjatuh di pelukan siswi-siswi SMA itu trus kami jatuh cinta dan hidup bahagia biar kayak di sinetron, hhehehe. Tragedi itu menyebabkan jari tangan dan kaki terkilir, lutut dan siku lecet, kulit kaki terkelupas. Alhamdulillah otakku baik-baik saja sehingga masih bisa memikirkan kamu, *eh hhahaha.

img_1717

Selepas kejadian itu aku tidak mau lagi membohongi orangtuaku, takut kena karma, hhehehe. Aku juga semakin sayang sama si Oppung, kalau di rumah aku memang lebih sering jalan-jalan sama si Oppung daripada si Opi, kesayanganku yang sering kubawa kalau di Medan. Dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah menjual si Oppung, sebab ia sangat bersejarah buat kami, dan itu semua tidak bisa dibeli dengan uang.

Siapapun bisa membeli motor mahal, siapapun bisa mempunyai motor keren, tapi tidak semua orang bisa memiliki kenangan manis dengan motornya.

Demikian sedikit ceritaku tentang motor tuaku, kalau kawan-kawan punya cerita yang sama atau memiliki barang-barang antik yang memiliki kenangan yang indah boleh di share di kolom komentar.

Terimakasih 🙂


10 respons untuk ‘Kenangan Terindah Bersamamu

    1. GL mah banyak yang nyarik om.. soalnya mesinnya udah teruji..

      Iya om jangan dijual.. apalagi udah 2002, berarti udah 15 tahun.. pasti banyak tuh kenangannya.. udah banyak juga cewek yang dibonceng tuh.. 😁

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.