3 Tempat Wisata Bersejarah di Aceh yang Wajib Kamu Kunjungi

3 Tempat Wisata Bersejarah di Aceh yang wajib kamu kunjungiBicara tentang destinasi liburan, masing-masing tempat wisata tentu memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri yang mampu memikat para wisatawan untuk datang berkunjung. Ada yang terkenal dengan panorama alamnya yang memanjakan mata, ada yang sukses menarik para pelancong dengan kulinernya yang lezat dan menggoyang lidah, ada juga yang mampu memancing rasa penasaran orang-orang dengan cerita sejarah yang terkandung di dalamnya.

Salah satunya adalah Nanggroe Aceh Darussalam. Kita semua pasti setuju bahwa Aceh menyimpan sejuta pesona alam yang aduhai, kemudian sebagian besar dari kita tentu sudah mengetahui bahwa provinsi yang berada di ujung utara Pulau Sumatera ini juga pernah dirundung duka 14 tahun yang lalu. Tepat 26 Desember 2004 silam sebuah gelombang tsunami sekitar 9,3 skala Richter telah mampu memporak-porandakan seluruh Bumi Serambi Mekkah dan ratusan ribu korban pun meninggal dan kehilangan sanak saudaranya dalam tragedi memilukan tersebut.

Musibah ini tentu meninggalkan luka yang mendalam bagi kita dan terutama bagi warga Aceh yang telah kehilangan harta benda dan keluarga  saat bencana yang maha dahsyat tersebut. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kejadian yang mengerikan itu telah menyisakan peninggalan-peninggalan yang kini dijadikan pemerintah setempat sebagai objek wisata bersejarah bagi para wisatawan. Berikut adalah 3 tempat wisata bersejarah yang wajib dikunjungi di Aceh :

  1. Masjid Raya Baiturrahman

Kita semua pasti setuju jika gelombang tsunami yang menghantam Aceh 2014 silam begitu besar dan ganas. Gedung-gedung roboh, rumah warga hancur berantakan, pepohonan dan kendaraan yang ada di jalan semuanya ikut terseret tsunami yang sangat mengerikan itu. Namun kenyataannya hal tersebut tidak mampu sedikit pun merusak beberapa Masjid yang ada disana, salah satunya adalah Masjid Raya Baiturrahman, sehingga banyak warga yang menjadikan Rumah Allah yang pertama kali dibangun sekitar tahun1873 oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam ini sebagai tempat berlindung saat peristiwa kelam tersebut. Umat muslim pun percaya bahwa ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah.

14 tahun sudah berlalu, kini Masjid Baiturrahman telah berubah menjadi salah satu tempat wisata bersejarah yang ada di Banda Aceh. Banyak wisatawan yang datang berkunjung setiap harinya, baik lokal maupun mancanegara. Bangunan ini pun semakin dipercantik di setiap sudutnya dengan penambahan infrastruktur dan arsitektur yang indah, sekarang pengunjung sudah difasilitasi basement untuk parkiran lengkap dengan eskalatornya, hamparan rumput yang dulu menutupi halaman Masjid sudah diganti dengan lantai marmer dan dipasang 12 payung elektrik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong karena kemiripannya dengan Masjid Nabawi yang ada di Madinah. Menurut beberapa sumber nantinya selain sebagai tempat ibadah dan tempat wisata, Masjid Baiturrhaman akan dijadikan sebagai pusat kerkembangan dan peradaban Agama Islam di Asia Tenggara. Semakin bangga sebagai seorang Muslim.

IMG_1735 copy

IMG_1730

IMG_1444

IMG_1440

IMG_1460

IMG_1459

IMG_1457

IMG_1452

IMG_1463

IMG_1466

IMG_1423

  1. Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh juga merupakan destinasi wajib yang harus dikunjungi di Banda Aceh. Letaknya masih di pusat kota Banda Aceh dan jaraknya juga masih berdekatan dengan Masjid Raya Baiturrahman. Monumen simbolis ini dibangun  untuk mengenang tragedi tsunami yang memakan banyak korban. Selain itu museum yang diarsiteki oleh Bapak Ridwan Kamil ini juga digunakan sebagai pusat pendidikan dan perlindungan darurat seandainya tsunami terjadi lagi.

Tidak perlu membayar tiket untuk masuk ke dalam Museum yang dibangun tahun 2009 ini, kita hanya perlu membayar uang parkir saja. Bangunan yang terdiri dari 4 lantai ini memiliki desain yang sangat unik, pengunjung akan masuk melalui sebuah lorong sempit dan gelap yang diapit dua buah dinding air yang tinggi, suasana mencekam begitu terasa saat melewati lorong ini, suara takbir, teriakan para korban, dan suara ombak begitu nyata terasa seolah kita dibawa kembali pada suasana kepanikan saat tsunami terjadi.

Selain itu terdapat sebuah ruangan khusus yang bernama Ruang Sumur Doa, masuk ke dalamnya kita akan mendengar lantunan ayat-ayat suci Alquran, kemudian pada  dindingnya diukir nama-nama ratusan ribu korban yang meninggal saat tragedi memilukan tersebut. Suasana di dalam ruangan berbentuk lingkaran ini juga membawa diri kembali mengingat kematian yang bisa datang kapan saja dan dimana saja.

Di tengah bangunan seluas 2.500 m² ada sebuah kolam ikan dan diatasnya dibuat sebuah jembatan penghubung. Di lantai 2 diukir sebuah relief geografi Aceh di dindingnya yang tampak melengkung dari luar, disini juga disediakan sebuah ruangan audiovisual bagi pengunjung yang ingin menonton video kompilasi kejadian-kejadian saat tsunami terjadi. Kemudian terdapat juga sebuah ruangan tempat menyimpan memorabilia dan miniatur-miniatur bangunan dan situasi yang menggambarkan keadaan Aceh yang telah porak-poranda. Lalu hal lainnya yang menjadi magnet tersendiri adalah Museum Aceh Tsunami ini juga menampilkan pameran yang berisi foto dan informasi-informasi terkait proses terjadinya tsunami, kisah para korban, dan masih banyak lainnya. Maka dari itu, berkunjung ke Museum Aceh Tsunami adalah pilihan destinasi wisata yang tepat untuk menambah wawasan bagi anak-anak, remaja, atau dewasa sekali pun.

IMG_1596

IMG_1599

IMG_1604

IMG_1714

IMG_1613

IMG_1627

IMG_1616

IMG_1641

IMG_1690

IMG_1669

IMG_1673

IMG_1672

IMG_1708

Baca juga : Petualangan Sehari Mengelilingi 3 Tempat Wisata Pantai di Aceh

Baca juga : Jelajah Takengon, Negeri Diatas Awan Di Kabupaten Aceh Tengah

  1. Museum Kapal PLTD Apung

Satu lagi tempat wisata bersejarah yang harus kamu kunjungi saat berlibur di Banda Aceh, yaitu Museum PLTD Apung. Kita semua pasti sepakat jika tsunami yang menerjang Aceh begitu besar dan Kapal PLTD Apung adalah saksi bisu bagaimana dahsyatnya gulungan ombak yang terjadi 14 tahun silam itu.

Sesuai dengan namanya kapal PLTD Apung adalah sebuah kapal yang berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga diesel. Kapal milik PLN ini telah berlayar ke berbagai tempat di Indonesia, pertama kali digunakan di Pontianak pada tahun 1997. Kapal yang mampu memasok listrik sebesar 10,5 mW ini telah menorehkan berbagai prestasi seperti mengatasi krisis kelistrikan di Pontiakan pada tahun 1997, mengatasi krisis listrik di Bali akibat gangguan kabel bawah laut pada tahun 1999, berhasil mengatasi krisis kelistrikan di Madura pada tahun 2000, dan Pada tahun 2003 berlabuh di Tanah Rencong sebagai pemasok aliran listrik.

Awalnya keberadaan Kapal PLTD Apung ini di banda Aceh adalah sebagai antisipasi gangguan listrik yang terjadi akibat seringnya kontak senjata antara pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka ( GAM ) yang dulu sempat memanas. Konflik ini mengakibatkan robohnya banyak pembangkit listrik dari PLN yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga menyebabkan pasokan listrik di Aceh terganggu.

Pada saat tsunami tahun 2004 lalu, tidak ada yang menyangka bahwa gelombang yang tinggi mampu menyeret kapal seberat 2.600 ton ini sejauh 5 km ke pusat kota Banda Aceh. Menurut saksi mata, kapal PLTD Apung ini jga sempat dijadikan sebagai tempat berlindung saat gelombang kedua datang, banyak yang mencoba naik dan masuk ke dalam kapal, tentu ada yang yang selamat meski lebih banyak yang meregang nyawa.

Kini Kapal PLTD Apung ini dijadikan sebagai situs bersejarah yang ada di Banda Aceh. Tidak berbeda jauh dengan Museum Tsunami Aceh, di dalam museum yang terletak di desa Punge Blangcut ini kita bisa melihat pameran yang berisi informasi-informasi terkait kapal PLTD Apung, foto-foto, dan kesaksian para korban yang selamat pada peristiwa yang mengerikan tersebut. Menurut warga sekitar, di bawah kapal ini masih tersimpan banyak mayat para korban yang ikut terseret. Wallahu A’lam

IMG_1493

IMG_1496

IMG_1587 copy

IMG_1510

IMG_1577

IMG_1539

IMG_1571

IMG_1554

IMG_1548

IMG_1556

 

Jadi gimana ? Tertarik berwisata ke  tempat-tempat bersejarah di Banda Aceh ini ?  Atau kalian punya tempat wisata bersejarah juga di daerahnya masing-masing, boleh donk di share kesini.. Hhhehe

Nb : Semua foto menggunakan kamera canon eos m100


29 respons untuk ‘3 Tempat Wisata Bersejarah di Aceh yang Wajib Kamu Kunjungi

      1. Ada kakak saya menikah sma orng situ klo gk salah sih medan denai. Tapi dah 12 taun gk ada kabar. No hp gk tau alamat gk jelas krna tak satupun kluarga saya yg pernh ksitu.

        Hehehe mf jd curhat

        Suka

  1. Belum pernah ke Aceh jadi next kalau ke sana kudu kunjungin tiga tempat ini. Makasih infonya, Bang. Terutama Masjid Baiturrahman keren ini. PLus nyobain kopi, duh….maknyuss! 😀

    Suka

  2. Lihat postingan ini lantas tersadar ternyata aku udah lama sekali ngga pulang kampung ke Aceh😊. Kampung alm Papa di Sigli. Dan sampai sekarang aku malah belum pernah eksplor kota Banda Aceh. Paling perginya ya ke situ-situ juga.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Baca postingan ini berasa pingin jelajah aceh lah liat mesjidnya berasa diarab, bg maunanya kalau masuk destinasi wisatanya apakah berbayar atau gimana? Mungkin buat aku yg gak suka kopi apakah ada kuliner lainnya?

    Suka

  4. Saya belum pernah ke Aceh, Mas. Sungguh, dan setelah melihat ini, buset ya, tempat bersejarahnya Aceh itu keren parah.

    Saya penasaran sama Masjid Raya Baiturrahmannya sih, secara kita semua mungkin tahu ya 2004 lalu bagaimana sejarah dari masjid ini :’

    Museum Tsunami juga. AAAAAH INGIN KE ACEH YA TUHAN :’

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.