Menikmati akhir pekan di Medan Perdana Stable, Wisata Memanah dan Berkuda pertama di Medan

“ Sesungguhnya Allah akan memasukkan tiga orang ke dalam jannah karena satu anak panah, orang yang membuatnya dengan tujuan baik, orang yang melemparkannya dan orang yang menyiapkannya. Hendaklah kalian memanah dan berkuda, sedangkan memanah lebih sukai daripada berkuda.” ( HR Tirmidzi )

“ Pada ubun-ubun kuda itu , telah ditetapkan kebaikan hingga hari kiamat.” ( HR Bukhari )

“ Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah ( HR Bukhari dan Muslim)

 

Menikmati Akhir Pekan di Medan Perdana Stable, Wisata Memanah dan Berkuda pertama di Medan – Ketiga hadis diatas adalah sabda dari Rasulullah Muhammad SAW tentang anjuran dan keutamaan dari berkuda, berenang, dan memanah. Dari ketiga olahraga tersebut, aku baru bisa berenang, ya meskipun tidak pandai-pandai kali, kalau nilai-nilai 7 masih dapatlah. Hhehhe

Aku pun penasaran untuk menjajal olahraga berkuda dan memanah yang sama sekali belum pernah aku coba sebelumnya. Aku sempat membaca beberapa literatur yang menyebutkan bahwa memanah dan berkuda juga memiliki banyak manfaat kesehatan, selain itu sebuah riwayat juga mengatakan bahwa di akhir zaman nanti akan terjadi perang, yang mana ketika hal itu terjadi seluruh tekhnologi akan musnah. Sehingga bukan tidak mungkin kita akan kembali berperang seperti zaman dahulu yang hanya menggunakan pedang, panah, dan mengendarai kuda. Wallahu  A’lam

Akhirnya lewat rekomendasi seorang teman yang bernama Khoza, sabtu itu aku dan seorang teman pun mengunjungi sebuah arena wisata memanah dan berkuda yang biasa ia kunjungi. Tadinya sih aku ingin datangnya pagi, karena cuaca  masih sangat sejuk dan pasti suasananya lebih asik buat main, tapi berhubung kami bangunnya kesiangan alhasil kami pun harus rela berpanas-panasan di bawah terik matahari yang entah kenapa begitu menyengat siang itu.

Sekitar pukul 2 siang, sampailah kami di Medan Perdana Stable, sebuah arena wisata memanah dan berkuda yang ternyata pertama dibuka di Medan. Tempat ini masih begitu sederhana, kurang instagramable lah kalo bahasa gaulnya, aku sih merasa maklum sebab objek wisata yang terletak di Jalan Anggrek Raya, kecamatan Medan Selayang kota Medan ini baru dibuka sekitar 2 bulan lalu. Jadi wajar saja masih banyak kekurangan disana-sini. Namun hal tersebut tidak menurutkan langkahku untuk mencoba kegiatan yang merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW ini.

IMG_1970.jpg

Cuaca yang aku pikir bisa lebih teduh ternyata makin terik saja. Aku memilih mencoba memanah terlebih dahulu, biayanya Rp.25 ribu / jam. Instrukturnya pun memberikan sedikit arahan padaku sebelumnya, mulai dari cara memegang busur, cara memasukkan anak panah dan menariknya, sampai sikap tubuh saat memanah. Untuk tembakan pertamaku, ternyata tidak mengenai target sama sekali, malah mengenai tembok pembatas lapangan, syukur tidak sampai keluar arena atau bahkan sampai menelan korban jiwa. Hhhehe

Setelah melakukan berkali-kali percobaan, perlahan-lahan tembakanku semakin baik, tidak menabrak tembok pembatas lagi, semua anak panas sudah menancap di papan target, tapi sayangnya sampai sekarang panah cinta ini belum kunjung juga menancap di hatimu, hhehe

IMG_1828

IMG_1829

IMG_1851

 

IMG_1844

IMG_1865

Satu jam pun berlalu, setelah puas bermain panah-panahan, aku pun beralih ke wahana berkuda. Karena cuaca semakin panas, aku pun memilih berteduh dulu untuk sementara. Biasanya kalau lagi duduk santai seperti ini lebih enak kalau sambil ngopi atau ngeteh dan ditemani beberapa cemilan, tapi berhubung lagi bulan puasa terpaksa harus ikhlas hanya menelan ludah saja di tengah matahari yang semakin terik seolah tak peduli dengan tenggorokanku yang semakin kering. Dan entah kenapa siang itu sepertinya angin pun enggan untuk berhembus. Keringat pun semakin bercucuran membasahi kaosku yang tipis.

Tidak butuh waktu lama, sekira pukul setengah 4 sore panas pun mereda. Cuaca menjadi bersahabat untuk melakukan kegiatan berkuda. Di tempat seluas 1 hektar lebih ini terdapat 15 kuda, yang paling tua berumur 20 tahun dan yang paling bontot masih berusia 2 bulan. Beberapa kuda yang berada di kandang ini adalah titipan orang-orang, dan uniknya masing-masing kuda memiliki namanya sendiri, ada yang bernama Sultan, Royyan, Cahaya Fajar, Sarah, Putri, Poppy, dll. Aku tidak begitu hapal semuanya. Menurut pengakuan pihak pengelola, Sultan adalah kuda yang paling agresif dan susah dijinakkan sementara Putri adalah yang paling jinak dari semua kuda yang ada. Sementara Putri temanku di kantor tidak ada jinak-jinaknya. Hhhaha

IMG_1832IMG_1857

IMG_1852

IMG_1942

IMG_1943

Sebagai pemula, aku pun menunggangi Putri yang notabene paling jinak. Setelah mendapat sedikit arahan aku pun membawa Putri berjalan-jalan keliling arena. Tadinya sih aku cukup gugup, pasalnya ini adalah pertama kalinya aku menaiki kuda, sebelumnya sih aku udah pernah, tapi itu sudah sangat lama sekali, yaitu waktu aku kecil dulu. Rasa takut pun hinggap karena bisa saja aku jatuh trus ditendang dan diinjak. Tapi perlahan rasa takut dan gugup itu pun hilang, lama-kelamaan aku jadi semakin menikmati aktifitas yang ternyata cukup membakar kalori ini. Aku juga harus merogoh kocek sebesar Rp. 150 ribu setelah puas berkeliling selama satu jam.

Menurut penuturan Bang Didit selaku founder dari Medan Perdana Stable ini, awal mula dibentuknya kawasan wisata ini adalah hasil ngobrol-ngobrol santai dengan seorang teman anggota Brimob yang kebetulan hobi berkuda juga, karena basic Bang Didit adalah peternak dan juga demi melaksanakan sunnah Rasul maka dibukalah objek wisata ini untuk umum tepat pada tanggal 21 April 2018. Seluruh kuda disini dirawat dengan penuh perhatian, mulai dari kesehatan sampai makanannya. Setiap hari mereka diberi makan rumput, pakan ternak, dan tidak lupa obat cacingnya, bahkan kuda-kuda ini mampu menghabiskan 200-450 kg rumput setiap harinya. Maka tak heran jika badan mereka gemuk semua. Pria berjenggot tipis itu juga mengatakan kalau salah satu kuda disini dipakai untuk keperluan film Naga Bonar yang dibintangi oleh Gading Marten nanti. Wahh sudah jadi artis saja mereka. Hhhehe

Saking asyiknya bercerita, tak terasa waktu sudah semakin sore, sebentar lagi waktunya berbuka puasa. Aku pun segera pamit dengan Bang Didit dan berjanji akan datang lagi, bahkan aku berencana untuk mengambil paket privat sampai mahir berkudanya. Ya hitung-hitung olahraga sambil cari pahala. Hhehe

IMG_1892IMG_1890

IMG_1902

IMG_1899

IMG_1917

IMG_1912

IMG_1906

IMG_1895

IMG_1955

IMG_1958

IMG_1929

IMG_1935

IMG_1967
Foto kiri ke kanan : Bang Didit ( Founder ), Aku, Sultan, Mas Anto ( Coach)

Sesampainya di kosan baru mulai terasa deh efek sampingnya. Kedua bahu pegal, jari tangan sedikit lecet, dan yang paling parah adalah area selangkanganku yang sakit abis satu jam berkeliling naik kuda. Tapi ga masalah yang penting aku puas dan senang. Hhhaha

Tunggu apalagi teman-teman, yok kita sama-sama belajar berkuda dan memanahnya. Aku tunggu kelen yaaa !!!!! 😀

Nb : Seluruh foto menggunakan kamera canon eos m100

 


18 respons untuk ‘Menikmati akhir pekan di Medan Perdana Stable, Wisata Memanah dan Berkuda pertama di Medan

  1. Kayaknya seru yang memanah itu bang..
    Udah pas sasaran gitu, meskipun brlum pas tengah..
    Kalau panah cinta, bukqn ke hatinya bank, ke orang tuanya aja, insyaallah entar di hantarkan ke hatinya 😄😄😄

    Suka

  2. Aku juga udah lama ngga menunggang kuda. Kayaknya terakhir kali tahun 2011 pas ke Bromo😂. Tapi sebetulnya asik, dan dulu aku sempat bercita-cita nunggang kuda trus ya lari kencang. Sayangnya ngga kesampaian. Kalau memanah memang belum pernah nyoba. Dan penasaran juga☺.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Iya mas.. kemaren sempat ngobrol2 sama pihak pengelolanya.. katanya mudah2an ke depan ada investor yang mau invest biar tempatnya makin bagus.. kalo dari kantong sendiri belum bisa mas katanya.. 😁

      Makasih udah berkunjung mas..
      Salam kenal 😁👍

      Disukai oleh 1 orang

  3. Aku belom pernah berkuda. Sekalinya berkuda, langsung “jelajah” tebing yang bikin degdegan haha. Pingin nyobain berkuda lagi, siapa tahu jadi atlet #eh, tapi nyari kuda yang mau ngangkut gajah itu PR besar buakakakak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.