Kolam Renang Siharang Karang, Tempat Wisata Legendaris di Kota Padangsidimpuan

Pagi itu cukup sejuk, buatku malas beranjak dari tempat tidur, dan entah kenapa kasur itu pun seolah enggan berpisah dariku hingga tanpa sadar waktu sudah menunjukkan jam setengah delapan, malam sebelumnya aku sudah sepakat untuk pergi berenang keesokan harinya bersama Rizki, adik bungsuku. Sabtu itu tepat lebaran hari kedua, tadinya aku sempat berpikir kalau kolam renang itu mungkin belum buka, tapi semangatku sepertinya telah mematahkan keraguanku tersebut. Setelah berkemas kami pun berangkat tanpa mandi dan gosok gigi dulu. Hhhehe

Di bawah langit kota Padangsidimpuan yang pagi itu tidak berawan, dua orang abang-beradik dengan menaiki sepeda motor supra x 125 sedang menuju objek wisata Kolam Renang Siharang-karang.  Adikku menarik gas dengan kecepatan sedang, jalanan cukup sepi, hanya sedikit kendaraan yang berlalu lalang, mungkin kebanyakan masih terlelap karena kebanyakan makan rendang dan kue lebaran kali ya. Hhhhehe

kolam renang siharang karang padangsidimpuan
pemandangan jalan

IMG_1978

Tidak butuh waktu lama, hanya berselang 15 menit kami sudah sampai di tujuan. Kolam Renang Siharang Karang ini berlokasi di Kecamatan Hutaimbaru,  Desa/Kelurahan Sabungan Jae. Bisa dibilang kolam ini adalah kolam renang legendaris di Kota Padangsidimpuan. Pasalnya objek wisata ini adalah kolam renang pertama yang ada di kota salak tersebut, kolam ini sudah dibangun sejak aku SD sekitar 17 tahun lalu, udah lama juga aku hidup diatas tanah ini ya, hhehe

Kami masuk setelah membayar tiket seharga Rp 10.000/ orang, biasanya sih tidak sebesar itu, mungkin karena libur Hari Raya makanya tarifnya naik. Tiba di pintu masuk aku cukup terkejut melihat sebuah spanduk bertuliskan “Selamat Datang Di Kolam Renang Lubuk Raya”, Setahu aku tempat wisata ini bernama Kolam Renang  Siharang Karang, kenapa sekarang sudah berubah nama ya, terakhir aku datang kesini spanduk itu belum ada, tepatnya 2 tahun yang lalu. Saat itu pihak pengelola kolam renang ini sedang melakukan renovasi  kolam dengan menambah kolam baru dan beberapa fasilitas lainnya seperti, kios makanan, dan penambahan pondok-pondok peristirahatan. Dan sekarang pembenahan infrastruktur telah selesai, kini objek wisata ini semakin menarik dan siap bersaing dengan kolam renang lainnya yang ada di Padangsidimpuan. Mungkin karena telah memiliki “wajah baru” makanya kolam ini berganti nama, tapi tetap saja masyarakat lebih mengenalnya dengan nama Kolam Renang Siharang Karang.

IMG_1985

IMG_1984

IMG_2023

IMG_1982

IMG_2024

Awalnya aku menduga kalau kami menjadi pengunjung pertama disini, tapi ternyata sudah ada beberapa orang yang datang duluan. Air di kolam ini cukup jernih dengan kedalaman maksimal sekitar 2 meter, yang tidak bisa berenang ga perlu sedih, ada yang dangkal juga kok, dan pihak pengelola juga menyediakan kolam khusus untuk anak-anak, buat umat muslim juga telah dibangun  mushola supaya sholatnya tidak ketinggalan. Meskipun masih sederhana, toilet, kamar ganti, dan tempat membilasnya juga ada. Jadi bagiku sudah lumayan baguslah.

Ada satu hal yang menjadi poin plus dan yang membuat kolam renang Siharang Karang ini berbeda dengan kolam renang kebanyakan. Yaitu selain lokasinya yang memang berada di daerah pegunungan yang sejuk dan asri, sumber air di kolam ini ternyata berasal dari mata air pegunungan langsung dan tanpa kaporit, jadi bisa dibayangkan betapa segarnya berenang disini. Makanya kolam renang ini menjadi destinasi wajib yang harus aku kunjungi saat Pulkam ke kota Padangsidimpuan. Tapi betapa pun segarnya berenang disini, tetap masih lebih segar kok saat aku menatap wajahmu…. iya kamu… Hhhehe

IMG_1987

IMG_1988

IMG_1989

IMG_1993

IMG_2017

IMG_2020

IMG_2016

IMG_2013
Mushola

IMG_2026

IMG_2017

IMG_2031

IMG_2028

IMG_2006

Setiap kali datang ke kolam renang Siharang Karang ini pikiranku selalu melayang pada saat pertama kali datang dulu. Pas SMP dulu tiap hari minggu kami satu kelas selalu kesini untuk mengikuti ekstrakurikuler berenang dari guru olahraga, kala itu badanku masih sangat kurus dan sama sekali tidak bisa berenang. Objek Wisata ini dulu begitu ramai setiap akhir pekan, maklum saja waktu itu tempat rekreasi masih sangat jarang disini, bahkan kolam ini menjadi satu-satunya kolam renang di kota ini, jadi otomatis tempat ini menjadi primadona belasan tahun lalu.

Waktu terasa begitu cepat berlalu, perlahan-lahan pengunjung tempat ini semakin berkurang seiring banyaknya dibangun tempat rekreasi di kota Padangsidimpuan, dulu bahkan aku sempat berpikir kalau tempat wisata ini akan ditutup. Tapi syukurnya pihak pengelola kolam renang Siharang Karang ini tidak patah semangat, perlahan mereka pun terus berbenah dan memperbaiki infrastruktur yang kurang. Kini hasilnya sudah mulai terlihat, lambat laun pengunjung pun semakin berdatangan. Sekarang aku juga sudah bisa berenang, ya walaupun ga pandai-pandai kali, tapi cukup bisalah menyelamatkanmu kalau sewaktu-waktu tenggelam di hati yang salah, eh… Hhhahaha

IMG_2045

IMG_2032

IMG_2042

IMG_2037
Air pembilasnya langsung dari pegunungan, udah pasti jernih dan segar

IMG_1986

Setelah hampir dua jam menikmati air kolam yang segar, pengunjung mulai ramai. Aku pun  keluar dari kolam dan segera membilas badan dengan air bersih, sebab aku tidak begitu percaya diri jika berenang diantara keramaian orang. Jadi aku lebih memilih menghentikan aktifitas berenangku dan beranjak pulang ke rumah.

Yokk teman, kalau berkunjung ke Padangsidimpuan jangan lupa kesini ya, kalo ga datang kelen rugilah pokoknya… Hhhehe

 

Nb : Semua foto menggunakan kamera canon eos m100

 


20 respons untuk ‘Kolam Renang Siharang Karang, Tempat Wisata Legendaris di Kota Padangsidimpuan

  1. Haha gak boleh pakai sempak doang. Baiklah, mending gak usah pakai sekalian #eh hahahaha.

    Kolamnya gede, sepi pula. Puas kalau mau berenang. Sayang tempat bilasnya agak kotor keliatan. Tapi ya wes gakpapa, dibikin asyik aja.

    Btw, bang, tampilan blognya emang sengaja kayak gini kah? soalnya tiap kali buka blog bangharlen aku sering kecele nyari tulisan barunya di mana.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Apalagi ga pake sempak om.. gawat kali ah.. malas aku bayanginnya.. 😂😂

      Iya tampilannya memang gitu om.. biar ga rame kali.. kalo mau liat tulisan terbaru liat aja related post nya om.. postingan paling atas itulah paling baru itu.. 😂

      Suka

    1. Hhhahaha.. iya memang wc nya masih perlu banyak perbaikan.. makanya ga pernah pake tu WC.. buang air di rumah duluan.. 😂

      Tapi kalo soalnya airnya.. 100 persen segar mbak.. 😁

      Suka

  2. Kalo sepi tuh aku malah seneng. Jadi bisa bebas berenang ke sana ke mari. Kalo rame mau maju dikit nabrak pantat orang. Kalo yg ditabrak cewek terus nggak marah sih gapapa. Lha malah yang ada dapet gamparan 😦
    Kalo di kaki gunung jelas seger banget iniii. Coba ada air hangatnya beuh mantaps. Sama perbaikan toilet juga hahaha.

    Suka

  3. sepertinya itu air dari sumber pegunungan asli atau jangan jangan airnya dengan proses penyulingan dulu, wkwk
    itu airnya di kasi kaporit juga ya bang?
    terus mungkin bisa di bilang untuk abang dan kkak yang ada di spanduk itu gambarnya yakan, untuk di oke-kan lagi musholla dan kamar mandinya, kalau bisapun di kasi waterboom kecil-kecilan, mana tau menarik pengunjung yang lebih banyak, ea-kan, hihihi

    Suka

  4. Untuk kolam renangnyaaaa, terlihat bersih lumayan ya mas 😀 Tapi untuk fasilitas pendukungnya, agaknya masih perlu dibenahi agar supayaaa lebih mantap 😀

    Duuh, lama tida berenang siaaal 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.