3 Tempat Wisata Bersejarah di Medan yang Wajib Dikunjungi

Medan adalah kota dengan sejuta pesona. Kota terbesar ketiga di Indonesia ini dipenuhi oleh destinasi wisata yang menarik. Makanya tidak heran jika banyak orang yang datang berkunjung kesini, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Bahkan menurut data dari Badan Pusat Statistik Sumatera Utara, jumlah wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga November 2017 mencapai 233.483 kunjungan, meningkat 14,06 % dari periode 2016 sebanyak 204.693 kunjungan. Hal ini menjadi bukti bahwa kota Medan masih sangat diminati sebagai tujuan wisata, terutama turis interlokal.

Salah satu yang menjadi magnet bagi para wisatawan untuk datang berkunjung ke kota Medan adalah karena kota yang telah berusia 428 tahun ini ternyata menyimpan sejarah yang panjang. Banyak bangunan yang menjadi saksi bisu peradaban kota ini. Aku memang selalu tertarik mengunjungi situs-situs memorable yang ada, oleh karena itu kali ini aku akan membahas 3 tempat wisata bersejarah yang ada di Medan yang wajib kalian kunjungi.

  1. Istana Maimun

IMG_2389

Yang satu ini sudah tidak perlu diragukan lagi lah. Istana Maimun adalah ikon kota Medan yang merupakan peninggalan Kesultanan Deli yang dulu sangat berjaya di kota ini. Istana ini dibangun oleh Sultan Deli ke IX yaitu Sultan Mahmud Al Rasyid Perkasa Alam pada 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891. Suasana khas melayu langsung terasa begitu memasuki tempat ini, warna kuning sangat mendominasi setiap sisi ruangan. Selain karena usianya yang sudah sangat tua, desain interiornya merupakan perpaduan dari budaya Melayu, India, Italia, dan Spanyol, arsitekturnya  yang begitu unik  ini tentu menjadi magnet wisatawan untuk datang berkunjung.

IMG_2302

Tempat wisata yang memiliki luas sebesar 2.772 m² dan 30 ruangan ini kini masih dihuni oleh keluarga kesultanan deli, oleh karena itu hanya beberapa ruangan saja yang diperbolehkan untuk umum. Saat ini meski tidak memiliki kekuatan politik lagi, Kesultanan Deli tetap aktif, dimana Sultan bertindak sebagai Kepala Adat Melayu.

IMG_2581
Sultan Deli saat ini, Tuanku Mahmud Aria Lamantjiji

Kini Sultan Deli  dijabat oleh Sultan Deli ke XIV yaitu Tuanku Mahmud Aria Lamantjii Perkasa Alam, menggantikan ayahnya Sultan Mahmud Tito Otteman yang meninggal dalam kecelakaan pesawat saat mengunjungi korban Tsunami Aceh 2005 silam. Saat diangkat menjadi Sultan Deli beliau masih berusia 8 tahun. Sekarang ia sedang menempuh bangku perkuliahan di Universitas Diponegoro dan akan selalu datang apabila ada acara adat dan hari besar keagamaan.

IMG_2302

IMG_2589
Pertunjukan musik melayu

Satu lagi yang menjadikan Istana Maimun yang berlokasi di Jalan Brigjend Katamsoini begitu berharga, yaitu keberadaan Meriam Buntung yang berada di sisi kanan istana yang tersimpan di dalam sebuah bangunan kecil beratap ijuk. Konon menurut legenda, dahulu ada seorang putri yang cantik bernama Putri Hijau dari Kerajaan Haru . Kecantikannya membuat Raja Aceh pada masa itu ingin mempersuntingnya, namun sayangnya pinangan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Putri Hijau, karena pinangannya ditolak Raja Aceh tersebut pun marah dan menyerang Kerajaan Haru . Maka terjadilah perang, salah seorang saudara  Putri Hijau pun menjelma menjadi Meriam. Karena terus-menerus menembak meriam menjadi semakin panas hingga akhirnya terbelah menjadi dua bagian, satu bagian terjatuh di Kampung Sukanalu, Barus Jahe, Tanah Karo. Sedangkan yang satunya lagi tersimpan di sisi kanan Istana Maimun ini. Jika kita mendekatkan telinga di salah satu lubang yang ada di ujung meriam ini, maka kita akan mendengar suara gemuruh layaknya peperangan. Aku jadi bertanya-tanya, Raja Aceh saja bisa ditolak, gimana kabar aku yang bukan siapa-siapa ini, wanita memang makhluk yang penuh misteri, Hhhehe

IMG_2396

Jangan lupa untuk datang ke Istana Maimun ini, tiket masuknya cukup murah kok cuma Rp 5000, selain itu jangan lupa juga berswafoto menggunakan baju adat melayu dengan  merogoh kocek hanya  Rp 10.000. Oh iya kalo mau masuk ke istana jangan lupa melepas alas atau sepatu ya, jadi ga perlu kelen pake sepatu atau sandal yang mahal itu, ga ada yang nengok juga, hhehe

Baca juga : Sarapan Pagi di Kedai Kopi Apek, Kedai Kopi Legendaris di Kota Medan

 

  1. Masjid Raya Al Mashun

IMG_2409

Tidak jauh dari Istana Maimun terdapat sebuah Mesjid Raya Al Mashun yang merupakan situs bersejarah yang ada di kota Medan. Melihat kedekatan jarak antara Istana Maimun dan Mesjid Raya Al Mashun ini, aku jadi teringat dengan Masjid raya Baiturrahman dan Museum Aceh Tsunami yang jaraknya juga berdekatan, keduanya juga merupakan tempat wisata bersejarah yang ada di Aceh.

IMG_2416

Pembangunan Mesjid Raya Al Mashun ini dimulai pada 21 Agustus 1906 oleh Sultan Mahmud Al Rasyid dan selesai pada 10 September 1099. Sultan memang sengaja membangun Mesjid ini lebih megah dari Istana Maimun, desain interiornya juga memadu padankan budaya tiga negara, yaitu Italia, Spanyol, dan India.

IMG_2427

IMG_2429

Sama halnya dengan Istana Maimun, Mesjid Al Mashun ini juga tidak pernah sepi pengunjung, bahkan turis manca negara pun penasaran dengan Mesjid yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja tersebut. Bukan hanya untuk menunaikan ibadah sholat saja, tidak sedikit pula pengunjung yang datang sekedar mengabadikan momen bersama teman, pasangan, dan keluarganya.

IMG_2408

IMG_2445

IMG_2432

Kemegahan serta sejarah yang ada di dalamnya memang selalu menjadi magnet untuk selalu mengunjunginya. Namun apapun ceritanya Mesjid tetaplah Rumah Allah, sebuah tempat umat muslim untuk mengadu kepada penciptaNya. Miris saja kalau melihat hiruk pikuk di luar Mesjid ternyata berbanding terbalik dengan suasana di dalam mesjid itu sendiri.

 

  1. Tjong A Fie Mansion

IMG_2550

Kemajuan kota Medan zaman dulu ternyata tidak lepas dari pengaruh seorang pria asal Tiongkok bernama Tjong A Fie, seorang pengusaha besar yang dikenal sangat dermawan dan banyak membantu pembangunan infrastruktur kota Medan saat itu. Ia juga sosok yang sangat dekat dengan Sultan Deli masa itu, yaitu Sultan Mahmud Al Rasyid Perkasa Alam. Beberapa bukti kemurahan hatinya adalah ketika ikut menyumbangkan hartanya untuk pembangunan Mesjid Raya Al Mashun, Gereja Uskup Agung Sugiopranoto, mendirikan kuil Budha dan Kuil Hindu. Ia juga dianggap sebagai pelopor industri perkebunan dan trabsportasi kereta api pertama di Sumatera Utara.

IMG_2540 copy
Tjong A Fie

Tjong A Fie Mansion adalah kediaman Tjong A Fie yang dulunya dibangun untuk istrinya tercinta, yaitu Nyonya Liem Koi Yap. Tempat wisata bersejarah berlantai dua ini beralamat di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan. Kini Rumah Tjong A Fie telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Medan dan telah dibuka untuk umum sejak 2009 lalu, dengan membayar tiket masuk seharga Rp. 35.000 pengunjung akan diajak oleh seorang guide untuk mengelilingi seisi rumah dan mempelajari kehidupan Tjong A Fie lewat lukisan, foto, dan barang-barang peninggalannya. Keseluruhan struktur bangunan seperti dinding, lantai, jendela, dan lampu disini masih 100% asli, hanya sangat disayangkan beberapa perabotannya sudah diganti dengan yang baru. Tjong A Fie sendiri dimakamkan di Pulau Brayan, dan saat ini cicit dari Tjong A Fie masih mendiami tempat ini. Bagi yang ingin bertandang kesini tidak perlu pusing mengatur waktu, sebab tempat wisata ini buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.

IMG_2555

IMG_2535

IMG_2531

IMG_2493

IMG_2522

 

IMG_2505

Sosok Tjong A Fie adalah sosok yang telah membuktikan arti toleransi yang sebenarnya. Ia tidak memandang Suku dan Agama dalam memberikan bantuan, ia bermurah hati kepada siapa saja. Di saat Indonesia kini marak dengan isu intoleransi, harusnya kita belajar bagaimana eratnya hubungan Tjong A Fie dengan sesama umat beragama. Kaena pada dasarnya semua agama itu mengajarkan kebaikan, jika ada kelompok yang melakukan kerusakan dengan mengatasnamakan agama, itu bukan agamanya yang salah, tapi penganut agama tersebutlah yang telah keliru memahami isi Kitabnya.

Jadi dari ketiga destinasi wisata diatas, mana yang sudah kawan-kawan kunjungi ? Jangan lupa berikan komentarnya ya agar kita bisa berbagi pengalaman… 🙂


38 respons untuk ‘3 Tempat Wisata Bersejarah di Medan yang Wajib Dikunjungi

    1. Istana maimun alamatnya di Jalan Yos Sudarso mas.. ya termasuk nama pahlawan juga.. nama maimun sendiri diberikan sesuai dengan nama istri dari Sultan Mahmud Al Rasyid sendiri..

      Suka

  1. Postingannya BWK banget nih bang
    Hehehe
    Dari 3, saya cuman baru ke masjid raya doang
    InsyaAllah nanti kalo ada waktu dikunjungin deh

    Suka

  2. Keren postingannya, Kak. Terpesona melihat hasil fotonya, tulisannya juga menarik, terutama pada bagian akhir paragraf, mengajak mengenai toleransi.

    Keep writing, Kak.

    Suka

      1. Amin. Pasti!

        Segala sesuatu yang dikerjakan dengan bahagia dan penuh semangat pastinya bisa menyentuh hati siapapun yang menaruh perhatian padanya.

        Suka

  3. Belum pernah ke Medan nih mas. Tempatnya kayaknya menarik nih mas

    Suka sama pendapat tentang masjid mas, sudah selayaknya masjid diutamakan sebagai tempat ibadah. Semoga yang berkunjung juga bisa khusuk beribadah ya.

    Suka

  4. wih, awal tahun saya pergi ke Istana Maimun Bang, cuma sayang belum berkesempatan buat nonton pertunjukan musik Melayu.
    sama juga pas ke masjid Raya, baru sempat explore depannya aja dan gak masuk ke dalam.
    lewat artikelmu, saya jadi tau gimana cantiknya interior masjid ini 🙂

    terima kasih sudah share dan salam kenal.
    ceritaliana.com 🙂

    Suka

    1. Pertunjukan musik melayunya memang ga tiap hari mbak.. biasanya kalo ada tamu ato turis asing baru dipertontonkan dia..

      Sayang kali mbak ga bisa masuk ke dalam masjidnya.. hhehe

      Iya makasih mbak.. salam kenal juga.. 😁

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.