Karena penasaran, Aku pun tersesat di Taman Sari Yogyakarta

Media sosial memang memegang peranan penting sebagai sumber informasi di zaman ini. Berkat sosial media penyebaran berita menjadi lebih cepat, cukup dengan sentuhan jari, dimana pun kita berada kita sudah bisa mendapatkan info apapun yang kita inginkan.

Taman Sari Yogyakarta ini adalah salah satu contohnya, aku mengetahui objek wisata ini saat asyik berselancar di platform instagram. Kian hari kawasan yang dulunya adalah Taman Istana Keraton Yogyakarta ini pun semakin populer, orang-orang yang sedang liburan ke Yogyakarta rasanya tidak akan lupa untuk singgah dan berswafoto di dalam bangunan yang sudah ada sejak tahun 1758 tersebut.

Rasa penasaranku pun semakin tinggi, akhirnya aku memutuskan untuk menjadikan Taman Sari Yogyakarta tersebut menjadi destinasi terakhirku saat berkunjung ke Yogyakarta waktu itu. Minggu sekitar jam 11 siang aku pun berangkat kesana, harusnya jarak dari tempat aku menginap di Napinap Homestay ke Taman Sari cukup dekat, jadi cuma butuh waktu 5 menit menggunakan ojek online, tapi nyatanya 10 menit juga sampai kesana. Lalu lintas kota Yogyakarta rupanya lumayan macet jika di hari libur seperti ini, berbeda dengan kota Medan yang jadi sepi jika hari libur tiba. Satu lagi yang membedakan Yogyakarta dengan Medan, disini mau lalu lintas semacet apapun tidak kedengaran sedikit pun suara klakson motor atau pun mobil, coba di Medan,Β  masih lampu kuning aja udah pada ribut pencet klakson sampai telinga mau pecah dengarnya.

IMG_6781

Tak lama berselang, tibalah aku di pintu masuk Taman Sari Yogyakarta tersebut dan langsung membeli tiket seharga Rp. 8000, cukup murahlah untuk kategori tempat wisata yang sarat akan sejarah. Β Aku pun bergegas menuju pintu masuk, tak berapa lama lewat dari pintu masuk aku dihampiri seorang pria paruh baya yang menawarkan jasa tour guide berkeliling di seputaran kawasan Taman Sari, awalnya aku berpikir pria ini adalah pramuwisata ilegal, namun setelah aku lihat sebuah ID Card yang menempel di saku baju sebelah kirinya barulah aku percaya kepadanya. Aku pun tertarik untuk menyewa bapak tersebut untuk mengantarkanku mengelilingi objek wisata yang letaknya tidak jauh dari Keraton Kesultanan Yogyakarta tersebut. Tapi saat aku tanya tarifnya yang ternyata seharga Rp. 50.000, aku akhirnya mengurungkan niatku memakai jasa pemandu wisata tersebut, ya maklumlah sebagai seorang backpacker mode hemat, harus pandai-pandai mengatur pengeluaran… πŸ˜€

IMG_6699

Oh iya sebagai info tambahan, pintu masuk area Taman Sari Yogyakarta sekarang ini dulunya adalah pintu keluar. Seiring perkembangan zaman, pemukiman penduduk pun mulai banyak berdiri di sekitar Taman Sari sehingga akses ke pintu masuk utama pun jadi tertutup. Akhirnya pemerintah setempat pun menjadikan pintu keluar menjadi pintu utama masuknya para wisatawan yang ingin datang berkunjung ke objek wisata yang buka setiap hari mulai jam 8 pagi sampai jam 2 siang ini.

Kalau ada yang bertanya apakah Taman Sari ini dari dulu sampai sekarang bentuknya seperti ini ? Jawabannya adalah tidak. Pemerintah telah melakukan beberapa kali renovasi seperti menambah semen dan pengecatan ulang, tujuannya adalah agar bangunan ini tetap awet dan dapat dinikmati oleh para wisatawan. Ketika pertama kali ditemukan Taman Sari Yogyakarta ini hanya berdinding bata dan beralaskan tanah, memang pasti akan lebih menarik jika strukturnya tetap dipertahankan seperti itu, namun dikhawatirkan jika tidak dilakukan pemugaran objek wisata ini bisa saja hancur termakan usia.

Oke kembali laptop, setelah menolak menggunakan jasa bapak tour guide tadi, akuΒ  melanjutkan langkah menjelajahi objek wisata Taman Sari Yogyakarta tersebut. Karena tanpa didamping seorang pemandu wisata, sesekali aku pun menyelipkan diri di satu rombongan yang sambil menguping penjelasan yang diberikan oleh tour guide yang mendampinginya. Dengan trik seperti itu aku berharap bisa mengulik info mengenai sejarah Taman Sari Yogyakarta ini tanpa mengelurkan uang sepeser pun. Hhhahaha

 

IMG_6708

Petaka itu akhirnya datang juga, saat aku tiba di sebuah lapangan yang dulunya digunakan sebagai sarena bermain anak-anak kerajaan,Β  aku pun ingin kembali belakang menuju kolam pemandian para putri untuk mengambil beberapa spot foto yang belum sempat aku abadikan karna tadi terlalu asyik mendengar penjelasan seorang tour guide di salah satu rombongan. Ketika aku baru beberapa langkah menuruni tangga menuju kolam aku langsung dicegat oleh seorang penjaga, katanya tidak boleh masuk dari pintu ini lagi, kalau ingin masuk lagi harus keluar dulu dari pintu keluar yang telah disediakan dan masuk lagi melalui pintu depan seperti biasa. Sontak aku pun kaget bukan main, ternyata peraturan disini cukup ketat, tahu gitu mending tadi aku pakai jasa bapak yang tadi.. Hhhaha

IMG_6716

Kebingunan pun masih berlanjut, aku segera bergegas mencari pintu keluar dari Kawasan Taman Sari, dan entah kenapa para tour guide yang tadi berkeliaran membawa rombongan hilang tiba-tiba, tak ada satu pun yang tampak yang bisa aku jadikan tempat bertanya. Akhirnya satu-satunya senjata yang bisa aku gunakan untuk keluar dari tempat itu adalah insting petualangku, aku pun terus berjalan mengikuti petunjuk arah yang ada,Β  ternyata tak semudah itu, disini begitu banyak ada banyak jalan yang bercabang dan juga banyak lorong yang membuat aku semakin bingung, untungnya bukan aku saja yang tersesat di lembah kebingungan ini, masih banyak juga yang merasakan nasib yang sama akibat tidak menggunakan jasa bapak tour guide tadi. Hhhaha

IMG_6738

Usai mencoba beberapa opsi jalan keluar, sampailah aku di sebuah perkampungan penduduk, akhirnya aku bertanya kepada seorang pria penjaga toko baju di sebuah persimpangan jalan. Setelah mendengarkan arahannya aku pun melangkah menuju jalan keluar. Tak berapa lama tiba juga aku pintu keluar, aku pun bergegas menuju pintu masuk lagi, tapi karena jaraknya cukup jauh dan supaya hemat waktu dan tenaga, naik becak dayunglah aku kesana dengan merogoh kocek Rp.10.000 saja.

IMG_6725

Sesampainya di pintu masuk, yang aku cari pertama adalah seorang tour guide agar kejadian yang sama tidak terulang lagi, robek 50 ribu ikhlaskan sajalah dan akhirnya aku pun bisa bernafas lega. Dengan ditemani seorang pemandu wisata, aku diajak memasuki beberapa tempat bersejarah yang pernah digunakan oleh Sultan-Sultan Yogyakarta terdahulu.

 

Ada sebuah kolam yang terletak di tengah Taman Sari Yogyakarta ini, air di kolam ini mengalir dari sebuah mata air yang dari sampai sekarang tidak pernah berhenti. Pada zaman dulu kolam ini adalah tempat pemandian para putri, dari sini juga Sultan akan memilih siapa yang akan dijadikannya permaisuri, Sultan akan melihat dari sebuah ruangan diatas kolam, lalu beliau akan melempar bunga kepada yang terpilih nantinya.. Enak juga jadi Sultan ya, tinggal lempar bunga aja udah dapat pendamping.. Hhhaha

IMG_6712
Dari atas gedung itu Sultan akan memilih permaisurinya dengan cara melemparkan bunga ke kolam

Selain daripada itu, aku juga diajak ke beberapa spot lainnya. Seperti ruangan yang dulunya dijadikan Sultan untuk mandi uap, ruangan ganti baju, ruangan belajar batik, menyaksikan penampilan para musisi jalanan yang berada di kawasan Taman Sari Yogyakarta. dan tidak ketinggalan sebuah spot yang sedang hits Β di kalangan para pengguna instagram. Semenjak semakin eksisnya pengguna sosial media, spot yang satu ini menjadi kian populer bagi siapapun yang ingin berkunjung ke Yogyakarta. Menurut Bapak pemandu wisata yang mendampingiku, jangankan saat akhir pekan, hari biasa juga tak pernah sepi orang-orang yang ingin berfoto di spot yang satu ini. Ia juga menambahkan dulunya tempat ini adalah sebuah mesjid dan tengahnya itu adalah tempat berdirinya khatib untuk menyampaikan khutbah, 5 buah tangga yang menjadi penghubungnya melambangkan 5 rukun islam dan masing-masing tangga memiliki 9 buah anak tangga melambangkan 9 para walisongo.

IMG_6707
Ruangan yang dulu digunakan Sultan untuk mandi uap
IMG_6702
Ruang ganti baju yang juga digunakan sebagai ruangan belajar membatik oleh anak-anak kerajaan
IMG_6759
Penampilan musisi jalanan

Karena terlalu ramai dan harus mengantri juga, aku pun enggan mengabadikan fotoku disini. Alasannya karena aku tidak terlalu pede berswafoto di depan banyak orang dan menurutku buang-buang waktuku saja, lagipula aku tipikal orang yang lebih suka memotret daripada dipotret. πŸ˜€

IMG_6731
Spot yang sedang hits-hits nya di instagram πŸ˜€

IMG_6734

Setelah dua jam lebih menjelajah area Taman Sari Yogyakarta badan pun terasa lelah, petualangan siang itu akhirnya ditutup dengan segelas es dawet Taman Sari yang sangat menyegarkan. Sluurrppppp

Jadi pesanku kepada kawan-kawan yang punya rencana berkunjung ke Taman Sari Yogyakarta ini, mendingan sewa jasa pemandu wisata ajalah, nanti tersesat pulak kelen macam aku… Hhhaha

IMG_6765

Salam Petualang…

Sampai bertemu di perjalanan… πŸ™‚


19 respons untuk β€˜Karena penasaran, Aku pun tersesat di Taman Sari Yogyakarta’

  1. Lah iya, aku ke sini dua kali juga nyasar ke perumahan warga, hehe.. Padahal suamiku yg jadi tour guidenya orang asli sana, wkwk.. Tapi perumahan di sekitarnya juga unik sih ya, kampung cyber kalau ga salah namanya, kata suami, Mark Zuckerberg pernah ke situ.

    Yang antri foto2 di spot sumur gemuling itu rame kali memang, liat antrinya jadi mundur awak, ga pengen foto lagi, wkwk

    Suka

      1. Hehehe.. Berasa belum “sah” ke Taman Sari ya kalau belum foto di situ. Ngomong2 udah naik ya harga tiket masuk ke sana, Juli 2018 aku masih bayar Rp 3000/orang sekarang jadi Rp 8000

        Suka

      1. Ohh wonogiri.. kemaren sebelum ke jogja aku ke wonosobo dulu mas..

        Di wonogiri ada objek wisata apa aja mas.. mana tahu jadi destinasi wisata berikutnya..

        Suka

  2. Nah itu dia serunya bang klo berpetualang, klo lagi nyasar, makanya perjalanan itu sendiri lebih indah bagi saya ketimbang tujuan, tujuan hanyalah sebuah bonus…hehehe

    Suka

  3. Pertama kali ke sana dulu ngga pakai guide. Nyasarnya masih okelah. Karena waktu itu niatnya cuma bentar doang jadi males terikat sama guide. Tapi di beberapa tempat wisata menurutku guide itu membantu sih, tergantung tujuannya aja mau dengar kisah lengkap atau nggaπŸ˜€.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.