Staycation Bersama Adik di Hotel Radisson Medan

Mengisi liburan tidak harus plesiran ke luar kota atau bahkan luar negeri. Selain akan memakan waktu yang tidak sedikit, tubuh kita juga akan merasa kelelahan karena lamanya perjalanan. Sesekali sepertinya kita juga perlu menikmati liburan di dalam kota saja yang dikenal dengan sebutan staycation. Istilah staycation sendiri adalah perpaduan dari kata stay yang artinya tetap  dan vacation yang berarti liburan. Ada juga yang menyebutnya holistay yang merupakan gabungan dari kata holiday (liburan) dan stay (tetap). Staycation memang semakin populer beberapa tahun belakangan ini di kalangan para traveler yang memiliki waktu sedikit dan bujet yang minim.

Aku akan bercerita sedikit mengenai pengalamanku melakukan staycation di salah satu hotel yang berada di kota Medan.

bookingcom
Sumber : booking.com

Beberapa waktu lalu aku berkesempatan menjajal Hotel Radisson Medan, sebuah hotel bintang 4 plus yang terletak di Jl. H.Adam Malik No.Medan. Selain di Medan, Hotel Radisson ini juga ada di Bali dan Batam, dan kebanyakan berada di luar negeri.

Aku bersama adikku berangkat dari kos pada jumat sore setelah sebelumnya melakukan pemenasan via telepon. Tadinya aku ingin datang sendiri karena memang ingin mengasingkan diri sejenak dari rutinitas sehari-hari, tapi sepertinya lebih menarik jika mengajak seseorang, kan lumayan hitung-hitung jadi tukang foto. Akhirnya aku memutuskan mengajak adikku yang memang tinggal satu kos denganku. Lagipula kasihan juga dia sendirian di kos, nanti diganggu “penunggu” kamar kos pulak dia ya kan.. Hhehe

Langit mulai mendung kala kami menginjakkan kaki di Hotel Radisson. Setelah memarkir sepeda motor di basement kami menuju lobi hotel di lantai satu. Dengan senyum ramah mengembang di wajahnya, seorang petugas hotel menyambut kami di meja resepsionis. Usai melakukan check in petugas berpenampilan klimis itu pun menyodorkan kunci hotel berbentuk kartu ATM kepadaku.

IMG_8749

“ Silahkan menuju lantai dua mas,” ujarnya ramah.

“ Oke makasih Bang,” balasku tidak kalah ramah. Aku dan adikku akhirnya mengayunkan langkah menuju lift dan meninggalkan petugas hotel yang menurutku lebih mirip bintang  film mandarin itu. Kalau saja aku ini seorang sutradara atau produser film, sudah aku orbitkan dia jadi aktor. Tapi apalah daya, aku ini bukan siapa-siapa… Hhhaha

Sesampainya di kamar hotel , masalah itu itu muncul. Sebagai orang kampung yang baru merasakan hotel mewah aku jadi bingung cara menghidupkan lampu kamar ini. Akhirnya setelah melakukan beberapa kali percobaan, sampailah aku pada sebuah kesimpulan bahwa cara untuk menghidupkan lampu kamar adalah dengan memasukkan kunci kamar yang bentuknya seperti ATM itu ke dalam sebuah slot yang menempel persis di samping kiri pintu kamar. Masalah pun selesai dengan rasa malu menyeruak di dada. Kuinsyafi, betapa kampungannya aku, kayaknya harus mulai meninggalkan hotel melati dan mulai sering main-main di hotel mewah kayaknya ini ya kan. Eh… Hhhahaha

IMG_8595

Layaknya hotel berbintang, fasilitas kamar yang diberikan oleh Hotel Radisson ini pun sangat lengkap. Mulai dari hot shower, hairdryer, LCD TV berukuran besar, kulkas mini, termos air, kopi, teh, gula, timbangan berat badan, bahkan setrika. Dan yang paling menyedot perhatianku sehingga aku salut dibuatnya adalah pihak Radisson ini juga menyediakan kitab suci berupa Alquran dan Bible yang tersimpan rapi di dalam sebuah laci. Sepertinya pihak Radisson juga sangat memperhatikan kebutuhan rohani para pengunjungnya. Kereeennnn…..

 

 

IMG_8742

Langit yang mendung menjelma jadi gulita, malam akhirnya berkuasa. Setelah mandi badan jadi segar kembali, perut pun menuntut haknya untuk dipenuhi. Awalnya kami ingin menggunakan jasa Go Food saja, tapi berhubung Bang Gojek nya hanya diizinkan mengantarkan sampai depan hotel saja, kami urungkan niat tersebut. Demi menuntaskan rasa lapar, Aku dan Adikku akhirnya melangkah menuju Restoran KFC yang jaraknya hanya beberapa langkah saja dari Hotel Radisson. Lapar telah tuntas hujan pun turun dengan deras. Momen yang begitu romantis. Tapi sayang di depanku yang duduk justru seorang lelaki, bukan perempuan dengan senyumnya yang manis. Hhahaha

IMG_8600

Setelah hampir satu jam menunggu, hujan akhirnya mulai reda. Kami beranjak kembali ke hotel. Tidak ada aktifitas berarti yang kami lakukan di kamar malam itu. Kulihat Adikku sibuk dengan HP-nya. Aku pun melarutkan diri dengan menonton TV dan membaca buku saja. Malam pun usai, hari baru segera dimulai.

IMG_8617

IMG_8626

IMG_8575

Pagi telah tiba. Aku memutuskan untuk mengawali hari dengan berolahraga. Hotel Radisson juga mnyediakan sarana olahraga yang memadai bagi para tamunya : seperti kolam renang, fitness center, dan ruangan senam. Dikarenakan tidak bisa senam akhirnya aku hanya mencoba untuk fitness dan berenang saja. Kebetulan karena masih sangat pagi sekitar jam 6-an, pengunjung ruangan gym ini masih aku dan adikku saja. Jadi kami pun bisa dengan leluasa menggunakan semua alat yang menurutku cukup lengkap disini. Setelah sedikit berkeringat mengangkat beban masa lalu eh maksudnya mengangkat barbel, saatnya menceburkan diri ke dalam kenangan, eh maksudnya ke dalam kolam renang. Hhhehe

IMG_8677

 

 

IMG_8635

Oh iya sedikit info tambahan. Ketiga sarana olahraga tersebut tidak hanya diperuntukkan kepada tamu hotel saja, pihak Radisson juga membukanya untuk umum. Dengan membayar Rp. 400.000/ bulan, kawan-kawan sudah bisa menikmati seluruh fasilitas olahraga sepuasnya.

Usai berolahraga, badan mulai merasa lelah. Kami pun mandi dan bersiap untuk sarapan.  Ruang untuk sarapan berada di lantai puncak Radisson, yaitu lantai tujuh. Sarapan disini berkonsep prasmanan, jadi ambil sendiri ya jangan manja. Menunya juga disajikan dengan sangat lengkap. Para tamu bisa langsung mengisi perut dengan makanan berat, roti juga ada, atau bahkan segala jenis jus juga ada bagi yang ingin diet. Aku sendiri mencoba mencicipi sepiring sate dan dua lembar roti pagi itu. Untuk rasanya ga usah kelen tanyaklah ya, udah taulah kelen cemana enaknya makanan di hotel berbintang itu.

IMG_8728

IMG_8712

IMG_8711

 

IMG_8713

Perut kenyang hati pun senang. Ditengah kesenangan itu, aku kembali tersadar bahwa beberapa jam lagi harus check out. Kami pun hanya bersantai ria saja di kamar sembari menunggu jam 12 siang tiba.

IMG_8700

Jarum jam akhirnya berada di angka 12. Aku dan adikku turun ke lobi hotel untuk melakukan check out. Akhirnya kami harus kembali pada realita menjadi kehidupan sebagai anak kos di kota Medan. Aku sangat beruntung bisa mendapatkan kesempatan menginap  gratis disini. Beberapa bulan yang lalu aku beserta kawan-kawan dari komunitas Blogger Medan diundang untuk menghadiri acara Launcing Hotel Radisson Medan ini. Kami pun mendapatkan voucher menginap gratis satu malam. Kami sungguh beruntung bisa menikmati fasilitas Deluxe Room dari Radisson Medan yang tarif per malamnya itu mencapai Rp. 835.000. Harga tersebut bisa berubah-ubah setiap harinya. Sebagai anak kos, uang segitu bisa aku pakai untuk biaya hidup selama sebulan. Untung gratis ya kan… Hhehehe

IMG_8754

Terimakasih banyak Hotel Radisson Medan. Pelayanan kalian sungguh luar biasa. Sering-sering kasih voucher menginap gratis yah… Hhehehe

Salam Petualang

Sampai Jumpa di perjalanan.


9 respons untuk ‘Staycation Bersama Adik di Hotel Radisson Medan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.