Benarkah Traveling Hanya Buang-buang Uang Saja ?

Entahlah, meski aku sudah lupa persisnya kapan dan siapa yang mengatatakannya. Tapi pernyataan-pernyataan seperti itu masih sering melintas di benakku hingga kini. Ada rasa kesal bercampur sedih jika telinga ini menangkap nada-nada yang cukup membuat telinga ini memerah jika mendengarnya.

“Kalau jalan-jalan terus kapan nikahnya ? ”

“Mending uangnya kau tabung daripada cuma buat jalan-jalan !”

“Banyak duitmu ya jalan-jalan terus ! ”

Itu adalah beberapa argumen yang sering dilontarkan padaku. Baik secara lisan maupun tulisan di sosial media. Awalnya aku merasa biasa saja. Tapi lama kelamaan jengah juga jadinya. Seolah apa yang menjadi hobi dan kegemaranku ini didefenisikan secara sempit oleh mereka, dianggap tidak membawa keuntungan apa-apa dan cuma buang-buang duit saja. Menurutku terlalu mengomentari hobi seseorang adalah tindakan yang kurang sopan dan hanya orang-orang yang tidak punya hobi sama sekali yang gemar melakukannya. Coba kalian kawan-kawan bayangkan, bagaimana perasaan kalian jika sesuatu yang kalian senangi dan justru dianggap tidak berguna oleh orang lain ? Apalagi jika untuk mendapatkannya kalian harus melakukan beberapa perjuangan terlebih dahulu. Namanya juga hobi, kadang harus dibayar mahal ya kan…

Pada satu titik aku pun mencoba untuk berfikir positif. Komentar-komentar seperti itu aku anggap sebagai bentuk kepedualian mereka padaku. Mungkin mereka belum tahu bahwa aku ini bukanlah siapa-siapa. Bahkan untuk bisa memuaskan hasrat bertualangku aku harus melakukan sedikit pengorbanan. Aku coba bekerja sampingan. Aku juga sering makan hanya dua kali sehari malah kadang cuma sekali. Aku juga mengurangi intensitas berkumpul bersama kawan-kawan di cafe. Bukan karena aku anti sosial.  Sebab selain untuk berhemat, aku juga malas buang-buang bensin dan uang hanya untuk menyaksikan orang-orang yang sibuk main game di HP-nya. Alhamdulillah setelah melewati beberapa perjuangan aku tetap bisa mengobati kecanduanku akan traveling. Apalagi hobi ku ini tidak pernah membebani orangtua ku. Sampai sekarang tidak pernah sekali pun aku meminta uang untuk jalan-jalan kepada mereka. Alhamdulillah Allah membuka banyak pintu rezeki padaku.

Oke cukup intermezzonya. Mari kita kembali ke topik utamanya. Benarkah traveling itu hanya buang-buang duit saja ? Apakah aku merasa duitku terbuang percuma ?

Jawabannya adalah 100 persen tidak sama sekali. Uang yang aku gelontorkan saat traveling berbanding lurus dengan banyaknya manfaat yang aku peroleh setelah aku melakukan sebuah perjalanan. Aku jadi lebih mengenal siapa diriku. Seperti sebuah kutipan yang pernah aku baca bahwa salah satu cara untuk mengenal diri kita sendiri adalah dengan menjejakkan kaki ke tempat asing yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Melalui sebuah petualangan aku juga bisa menambah wawasan dan cakrawala pemikiranku tentang adat istiadat, budaya dan kehidupan masyarakat di suatu daerah. Bagiku justru lebih baik melihat secara langsung sebuah tempat daripada hanya bisa mendengarnya ribuan kali. Traveling juga akan memperluas jaringan pertemananku. Pasti akan sangat mengasyikkan bukan jika kita memiliki dimana-mana. Lagipula menjalin silaturahim itu akan memperpanjang usia dan melancarkan rezeki bukan ?

Dengan bertualang otomatis aku juga bisa menyalurkan dua hobiku lainnya, yakni menulis dan memotret. Berkelana, menulis, dan memotret adalah hal yang sangat aku senangi. Uangku ajanya yang kadang ga bersahabat, kalo ga udah melalak aja kerjaanku… Hhhahaha

Tidak sedikit juga orang yang menuai kesuksesan berkat hobi travelingnya. Sebut saja Cheryl Strayed yang menulis perjalanannya sendirian melintasi Pacific Crest Trail ke dalam Buku berjudul Wild, bahkan sudah difilmkan dengan judul serupa. Mungkin kawan-kawan juga pernah menonton film berjudul 127 hours, sebuah film adaptasi dari buku berjudul Between Rock And Hard Place karya Aron Ralston, yang berisi perjuangan antara hidup dan matinya saat terjebak Blue John Canyon. Jangan lupakan juga Trinity dengan buku Naked Traveler yang bahkan sampai seri delapan. Ada juga Bung Fiersa Besari yang sukses menjadi Brand Ambassador Eiger berkat menuangkan pengalamannya mengelilingi Indonesia ke dalam buku Arah Langkah yang sekuel keduanya berjudul Tapak Jejak akan rilis tepat di hari kemerdekaan nanti. Belum lagi Mas Tyo Survival yang sukses menjadi host acara petualangan dan juga Brand Ambassador produk Arei. Bahkan mungkin di luar sana masih banyak lagi orang-orang sukses melalui hobi bertualangnya yang luput dari pengetahuanku.

Nah selanjutnya menikah atau traveling bagiku hanya masalah prioritas saja. Setiap orang pastilah punya prioritas yang berbeda-beda dan tidak bisa dipaksakan juga untuk sama. Seperti makan sepiring nasi goreng, ada yang suka menghabiskan telurnya bersama nasi, ada juga yang menyisakan kuning telurnya di akhir untuk dimakan, itu hanya masalah selera kawan. Lagipula urusan jodoh adalah kuasa Tuhan yang memang ada yang datangnya cepat ada yang datangnya lambat. Menikah bukanlah perlombaan untuk mencari juara, sehingga siapa yang jadi pemenangnya dialah yang akan bahagia. Esensi pernikahan tidak bisa dimaknai sesempit itu kawan. Aku juga tidak mau ambil pusing. Daripada merasa gelisah karena belum juga menikah, lebih baik aku traveling saja. Siapa tahu Tuhan memang telah menyiapkan momen pertemuan romantis  untukku dan jodohku kelak. Jadi berprasangka baik sajalah… Hhehehe

Nah pertanyaanku adalah

Sudah sejauh mana kaki ini melangkah ???

 

Salam petualang

Sampai jumpa di perjalanan 🙂


13 respons untuk ‘Benarkah Traveling Hanya Buang-buang Uang Saja ?

  1. Nah ini ane sukak
    .
    Traveling dan Menikah adalah masalah prioritas saja
    .
    Karena idealnya orang itu beda beda kan kak..
    .
    Gak usah dengarkan apa kata orang..
    .
    Yang penting nek wis wayahe juga ok..
    .
    Saya sblm nikah jg traveling tp blm jaman blog setelah nikah malah traveling terus meski deket2 heheh

    Suka

  2. Mantap bang, bahkan menularkan hobby travelling dgn pasangan sesudah menikah bahkan sampai punya anak…

    Yg komen buang2 uang, gak tau dia nikmatnya melalak dgn budjet sederhana pun sering dilalui traveller yg penghasilannya pas pas kyk kmi ini… 🤩

    Suka

  3. Ya namanya juga hobby, mau diapain lagi ya…hahaha…Cuma nggak nyambung juga menghubungkan komen soal traveling dengan nikah…gedean mana kans ketemu jodoh, diam di rumah atau keluar jalan-jalan?

    Suka

  4. Paling susah kalo diberi dua pilihan antara menikah dan traveling. Ibarat satu tangan bawa dua beban, mana yang mau diangkat lebih tinggi.
    Solusinya, yaa dijalanin aja. Nggak perlu terlalu didengerin ya Bang kata kata orang. Keep traveling and never stop exploring. Sambil berdoa semoga jodohnya nanti sama sama suka travelling!

    Aamiin. 😀

    Suka

  5. Kalau untuk diri sendiri sih tergantung kondisi. Kalau hal-hal lain yang “penting” seperti tagihan dan kebutuhan pokok sudah terpenuhi, trus ada sisanya buat traveling ya bersyukur. Tapi kalau hal “penting” tadi belum terpenuhi tapi ngotot traveling, ya menurutku buang-buang uang sih. Soalnya setelah traveling pasti pusing mikirin tagihan, beda ceritanya kalau sudah terbayar baru traveling hehehe

    Suka

  6. emak bapak iyah dulu malah rajin travelling bawa kami anak-anaknya. alesannya, klo masih kecil tiket murah XD
    dan memang banyak hal positif yang kita dapatkan, memahami kultur di setipa daerah, menghargai orang, dan pengalaman lain yang tidak terdeskripsikan XD
    teruslah melangkah bang!

    Suka

  7. Traveling nggak buang-buang uang, justru membuat semakin kaya akan pengalaman hehehe ohya kebanyakan orang berpikir kalau menikah itu achievement, that’s why pemikirannya seperti itu. Hehe, padahal prioritas hidup setiap orang saja sudah berbeda beda~ so, sambil tunggu jodoh ya sambil jalan-jalan saja mas, mana tau ketemu jodohnya justru ketika dalam perjalanan 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.