Museum Pusaka Nias, Objek Wisata Dengan Paket Komplit

Kapal Wira Victoria akhirnya mendarat juga di pelabuhan Gunung Sitoli, Kabupaten Nias. Setelah hampir 10 jam menyeberang laut dari Kota Sibolga, tibalah aku di Pulau yang terkenal dengan loncat batunya itu. Pulau Nias ini adalah destinasi pertama yang aku kunjungi dalam rangkaian perjalananku untuk mengelilingi Indonesia. Kakiku masih belum menyentuh daratan, tapi aku dan para penumpang lain sudah diserbu orang-orang yang ingin menawarkan jasa transportasi, baik becak maupun mobil. Oh ya sedikit info tambahan, di Nias ini tidak ada bus, transportasi umum yang tersedia hanya becak dan mobil pribadi yang disulap menjadi angkutan umum. Dengan menggendong tas ransel besar dan memakai sepatu gunung, penampilanku memang sangat mencolok dibanding penumpang lain. Ditambah lagi  wajahku yang sedikit bule (perasaanku saja :D), pasti terlihat sangat menggoda bagi para penyedia jasa  angkutan tersebut. Tapi sayangnya, tawaran mereka satu persatu aku aku tolak karena pagi itu aku akan dijemput oleh seorang teman. Dengan langkah lunglai, mereka pun meninggalkanku dan bergegas mencari penumpang lain. Maaf ya Pak jika penampilanku ini menipu dan seolah memberi harapan palsu bagi kalian. Hhhehe

Setelah hampir 15 menit menunggu akhirnya Surahib datang menjemputku. Surahib ini adalah calon suami dari temanku Ridha. Kami berjabat tangan dan ternyata dia juga orang Mandailing. Jadi sepertinya aku tidak akan perlu waktu lama beradaptasi dengannya. Dia mengajaku sarapan dan hari itu pun aku habiskan untuk beristirahat saja.

Pagi menyapa. Aku bersiap-siap menuju Museum Pusaka Nias yang beralamat di Jalan Yos Sudarso. Kebetulan Museum ini adalah satu-satunya objek wisata yang bisa aku kunjungi di Kota Gunung Sitoli ini, tempat wisata lainnya terletak di daerah Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat. Usai beres-beres aku segera meluncur ditemani oleh Surahib. Tidak butuh waktu lama, sekitar 5 menit perjalanan saja dari kos Surahib kami sudah tiba di pintu masuk kawasan museum. Sebelum memasuki museum kami harus membayar uang parkir mobil seharga Rp12.000, kalau untuk sepeda motor kalau tidak salah dikenakan tarif parkir Rp.5000. Mobil telah terparkir. Kami pun mengayunkan langkah menuju gedung museum.

-1552624625_IMG_9248

1590210804_IMG_9231

1095526706_IMG_9220

Dua buah patung naga sudah siap menyambut kedatangan kami di depan pintu gedung museum.  Sebelum menjelajah seluruh isi museum yang dibangun pada tahun 1995 itu tentunya kami harus membayar tiket masuk dulu seharga Rp.5000/orang, cukup murah. Tapi jika memang ingin mengabadikan momen di museum yang dikelola oleh seorang Missionaris Gereja Katolik bernama Pastor Johannes M. Hammerle, OFMCap ini aku diwajibkan mengisi formulir dan membayar donasi minimal Rp.10.000. Tujuannya adalah demi menjaga nama baik Museum Pusaka Nias dari orang-orang yang mungkin tidak bisa mempertanggungjawabkan hasil fotonya. Alhamdulillah sampai sekarang aku masih menjadi laki-laki yang bertanggung jawab. Eh… Hhhahah

Museum Pusaka Nias ini terdiri dari 5 ruangan yang mana masing-masing ruangan memiliki koleksi benda-benda bersejarah yang tak sama satu sama lain, dan uniknya lagi setiap ruangan mengusung tema yang berbeda juga.

Ruangan pertama disebut sebagai ruang keagungan, disini aku disuguhkan berbagai artefak yang menggambarkan keagungan seorang Ono Niha (Orang Nias) pada masa lampau. Seperti perhiasan, peralatan peralatan perang, rumah-rumah bangsawan, patung-patung, dll. Benda-benda tersebut berkaitan dengan elemen kehidupan yang agung (molakhomi), terhormat (mosumange), tegas (mosofu) dan prestisius.

1571584657_IMG_9160

-1185739076_IMG_9159

1779409332_IMG_9215

-663071740_IMG_9165

Setelah berjalan-jalan di ruangan pertama, aku pun beranjak ke ruangan kedua yang letaknya di belakang ruangan pertama. Ruangan ini disebut sebagai ruangan pesta karena berisi peralatan-peralatan pesta yang digunakan pada masa lalu. Untuk kejelasan sosial dan peneguhan status maka para Ono Niha perlu mengadakan berbagai jenis pesta. Dimulai sejak pra kelahiran, pemberitahuan kelahiran pada mertua, memberi nama, menindik telinga, memotong gigi, perkawinan, menjadi kepala adat, bahkan pesta pun digelar untuk memperingati kematian. Disini aku dapat melihat berbagai koleksi pakaian, peti jenazah, peralatan dapur, peralattan jamuan, batu, keramik, dll.

403524467_IMG_9175 (1)

645782808_IMG_9168

1022970396_IMG_9171

1516451699_IMG_9185

 

Kemudian aku melangkah menuju Ruangan ketiga yang berada di sebelah kanan. Nah di tempat ini aku bisa menelusuri keseharian kehidupan Ono Niha melalui koleksi-koleksi yang ada. Seperti rumah hunian, peralatan keseharian untuk berkesenian, bertani, bertukang, berburu, hingga benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan magis.

-862886853_IMG_9204

1692904760_IMG_9193

 

-2043155429_IMG_9195

Perjalanan pun berlanjut ke Ruangan keempat. Bilik ini dipersembahkan bagi para missionaris asal jerman yang dianggap sebagai pahlawan dan berjasa bagi masyarakat Nias. Disini terpampang foto-foto missionaris tersebut dan barang-barang peninggalannya.

-2118101957_IMG_9206

Penelusuranku di gedung museum berakhir di ruangan kelima. Di tempat ini tersimpan rapi peninggalan zaman megalithikum. Terdapat meja, bangku, dan patung-patung yang dikumpulkan dari seluruh kawasan Pulau Nias. Disinyalir benda-benda zaman purba itu sudah berusia 3.500 tahun lho. Awet juga ya ternyata. Ga kayak hubunganku sama adek itu. Hhhaha

-2067943411_IMG_9212

Usai menjelajahi isi museum aku pun melesat menuju salah satu spot yang tidak kalah bagus yang masih berada di kawasan Museum Pusaka Nias ini. Yaitu terdapat sebuah pantai yang tak bernama yang menyajikan panorama yang mengagumkan. Disini aku bisa menikmati suara deburan ombak dan merasakan hembusan angin membelai lembut wajah tampanku. Suasana tersebut semakin lengkap apalagi ditemani aneka minuman minuman dan cemilan yang tersedia di sebuah warung yang berdiri tepat menghadap pantai. Tenang saja makanannya halal kok kawan-kawan, tinggal adek itu aja yang belum aku halalkan. Hhahaha

-1468102985_IMG_9226

2070456435_IMG_9243

Jadi bisa dikatakan kalau Museum  Pusaka Nias ini adalah objek wisata dengan yang paket komplit . Karena selain bisa mempelajari sejarah dan kebudayan Suku Nias, kita juga bisa menikmati suasana alam yang sangat elok dipandang mata.

Jadi mari kita lestarikan kebudayaan bangsa Indonesia yang sangat beragam ini sebelum diklaim oleh bangsa lain. Nanti kalo udah diklaim bangsa lain baru ribut muncung-muncungnya itu semua ya kan… Hhhaha

-1159901053_IMG_9219

Salam petualang

Sampai jumpa di perjalanan.


15 respons untuk ‘Museum Pusaka Nias, Objek Wisata Dengan Paket Komplit

  1. Keren banget ya bang..
    Paling suka kalau baca baca punya para travel blogger..
    Pertanda kalau indonesia itu kekayaan tiada habisnya..baru tau kalau nias ada beginian..
    Bayanganku cuma pulau kecil aja

    Suka

    1. Waduhh.. makasih pujiannya mas..

      Indonesia mah negara kaya raya mas.. itu makanya turis mancanegara banyak yang liburan kesini..

      Museum pusaka masih salah satu dari sekian destinasi wisata yang ada di nias mas.. ada atraksi loncat batu yang melegenda.. ada juga pantai sorake yang terkenal di kalangan peselancar.. malah katanya nomor dua di dunia setelah hawaii..

      Proud to be indonesian 😁

      Suka

  2. Wah unik ya, jejak-jejak budaya ternyata masih terjaga dengan baik, mungkin di perlukan perhatian pemerintah yg lebih agar lebih terjaga.

    dan generasi muda bisa belajar dari masa lalu 🙂

    Suka

  3. Wah senang sekali baca Tulisang Bang Harlen
    Terimakasih sudah berkunjung bang dan sudah membantu promosi museum kepada dunia, bagi yang belum datang jangan lupa rencanakan liburan Anda, kami menunggumu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.